Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 140

Posted by

loading...

Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 140. Safiye Histeris ketika membuka peti mayat didepannya, putrinya tercinta telah tak bernyawa sebelum ia berhasil membawanya pergi
Setelah kematian fahriye sultan, halime menghampiri kosem dan berkata jika kosem sekarang sudah tak polos lagi seperti dulu.”aku melakukan apa yang harus dilakukan, ia pantas mendptkannya, dan safiye sultan seharusnya tak sakit hati untuk seorang anak yang ingin membunuh keluarganya sendiri , tapi aku terkejut dengaan sikapmu.fahriye sudah berusaha membunuh anakmu tapi kau masih saja berpihak kepada mereka, kenapa??? karena kau butuh ibunya, “kata kosem. Perbicangan mereka terhenti ketika msutafa datang menghampiri.

“kita para sultana akan mencari alasan untuk mmebenarkan tindakan kita, tentu saja”ujar halime pelan.

Diruang has oda. .”kau harus menerima ku untuk melihat rasa sakitku benar?? aku berharap kau membunuhku juga daripada sekali lagi aku merasakan sakit kehilangan anak, mengapa kau begitu kejam membunuh seorang sultana begitu rupa”kata safiye sambil berlinangan air mata. Sultan ahmet menyalahkan tindakan safiye dimasa lalu yang mencoba menyembunyikan fahriye.

“dia sudah bertobat, dan memohon pengampunanmu, apakah ini keadilanmu?? ia adalah keluargamu, ia dipercayakan kepadamu oleh ayahmu!! “kata safiye

Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 140
Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 140
“inilah yang pantas ia dapatkan karena menjadi pengkhianat!! karena ia telah mengkhianati keluarganya sendiri.sebuah dinasti sangat penting bahkan lebih penting daripada orang itu sendiri, tak akan ada yang berani membunuh satupun dari keluargaku, jika mereka berani maka mereka harus membayarnya, sekarang kau boleh pergi.”kata sultan berpaling dari safiye.

Safiye tampak masih meneteskan air mata lagi , ia melihat ahmet dengan penuh kebencian. ketika hendak keluar pintu, safiye kembali menatap sang cucu, lalu ia mengetuk pintu.

pemakaman-fahriyeDengan gaun hitamnya safiye keluar dari ruang has oda, pada saat yang sama kosem juga hendak menuju kesana. safiye berhenti sejenak.”harga sebuah nyawa adlaah nyawa, apakah kau bahagia sekarang?? apakah rasa sakitmu bertambah? apakah hatimu menjadi tentram”kata safiye sultan. aku tak akan pernah meneteskan air mata untuk seorang pengkhianat kata kosem

“mungkin bukan pengkhianat tapi kau akan meneteskan air mata untuk orang yang kau cintai”ujar safiye

“kau bilang kepadaku untuk melupakan masa lalu, aku melakukan itu, kau pikir aku sekarang sedang balas dendam kepadamu tapi aku tidak. aku hanya berusaha melakukan yang benar, untuk Yang mulia dan keluargaku.”kata kosem

Safiye mendekat, dengan penuh kemarahan ia mendorong  kosem dan berkata.”dengar, ini adalah nasehat terakhirku. jangan pernah meninggalkan rumahmu atau anakmu sendirian”kata safiye.

“jangan khawatir aku disini, jika kau memang sangat kuat maka bunuhlah aku, karena tanpa mengambil nyawaku kau tak akan pernah bisa menyentuh anakku”kata kosem tanpa rasa takut sedikitpun dengan ancaman safiye. safiye hanya ia menatapnya penuh arti dan berjalan pergi. Kosem sendiri masuk keruangan sultan, sultan sedang membaca dan tersenyum kearahnya. kosem langsung duduk disamping sultan dan merebahkan kepalanya dibahu suaminya itu. sultan ahmet membelai kosem dnegan tangan kirinya dan mencium keningnya. tak ada kata yang terucap tapi mereka berdua tahu jika mereka saling mencintai dan saling mendukung satu sama lain.

Safiye sultan dan bul bul mendatangi pemakaman fahriye, keduanya sangat berduka dengan kematian fahriye yang tragis, air mata terus menetes dipipi safiye sultan. keduanya berdoa untuk arwahnya.diranjang  tidurnya, safiye berkata dalam hati tentang kematian dan jiwa yang hilang. sementara itu mehmet giray nampak menimang nimang kalung yang ia hadiahkan kepada fahriye dan dikembalikan kepadanya. sedangkan dervish melihat para pelayan yang sibuk mengemasi semua barang milik fahriye sultan.

Mehmet giray keluar, kemudian tampaklah shahin. ayo kita pergi ujar mehmet sambil merangkul saudaranya itu. kemana kita akan pergi, kau tak mengatakan apapun ujar shahin.”aku akan membawamu kepelabuhan dimana seeorang akan membantumu melarikan diri “kata mehmet. kenapa reyhan tak menemani kita ujar shahin. aku butuh reyhan untuk tinggal bersamaku kata mehmet. keduanya kemudian berjalan bersama.

Diistana tua tampak gurbuz aga berlari lari memanggil bul bul dan memberikan surat untuknya. bul bul mmebuka surat itu dan nampak pucat. gurbuz bertany ada apa ?? tapi bul bul tak menjawab dan berlalu.

Apa sebenarnya yang ditulis handan daalam suratnya itu?? mengapa bul bul nampak gelisah? Baca Selanjutnya Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 141


loading...
Tags: Abad Kejayaan 2 Kosem, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 140. Please share...!

Blog, Updated at: 18:03
loading...