loading...

Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 17

Posted by

loading...

Sinopsis Lainnya:

Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 17. Sultan kemudian meminta silandar untuk membersihkan istana dari para penyusup.pada ketika yang sama farya sedang bersiap, margaret membantunya membersihkaan tubuhnya dan ia pun bersiap dengan gaun yang indah dan juga kalung yang ia beli dipasar tadi.

Sementara itu ayse dan anak anaknya sedang bersama kosem sultan. ayse berkata kepada kosem tentang sikap dan keputusan sultan akhir akhir ini yang gak seperti biasany. kosem lalu meminta pelayan untuk membawa cucunya pergi tidur. aku ingin tinggal kata ahmet, kau bisa datang lagi besok ujar kosem. ayse tampak menunggu ketika yang tepat untuk bicara kepada kosem tentang farya.”kita punya bencana besar yang ada diatas kepala kita, dan aku gak tahu bagaimana menyingkirkaannya”kata ayse. apa itu ?? tanya kosem penasaran. ayse lalu mengatakan tentang farya yang telah membunuh seorang cardinal. apa kau yakin?? ujar kosem. tentu saja, aku gak akan mengatakanya jika memang gak pasti, baagaimana jika ia seorang mata mata dan bagaimana jika ia nanti akan menyakiti yang mulia ujar ayse.

Sedangkan murat tampak naik kuda sendiri an menuju pelabuhan dan berhenti didepan kapal putri farya. farya tersenyum gembira menyambutnya. murat langsung tertarik dengan kalung yang melingkar dileher farya. farya menjelaskan jika ia membelinya dipasar dan berkata jika kalung itu akan melindunginy dari iblish jahat. Dengan ijin Allah, itu gak perlu kata murat. mereka kemudin duduk berdua. farya memberikan minuman untuk murat, yang sudah ia persiapkan sebelumnya.

Pada ketika yang sama, silahdar sedang bersiap juga, kemudian seorang aga datang dan memberikan surat untuk silandar. ternyata atike yang mengirimnya dan mengajak silahdar untuk bertemu dengan alasan penting, ia meminta silahdar mengikuti aga itu.mereka berdua pun bergegas pergi.

Dikapal, murat berkata kepada farya jika mereka sudah memecahkan kode itu dan fary benaar. benar kan?? aku bukan seorang pembohong , aku sudah melakukan apa yang harus aku lakukan dan sekarang giliranmu , kau harus menepati janjimu kata farya. murat berkata jika ia akan memenuhi apa yang ia katakan, pamanmu istvan yang sudah membunuh ayahmu akan mendapatkan hukuman. apa kau yakin?? aku bisaa melakukannya sendiri , tentu saja jika kau memberikan pasukan ujar farya. murat malah tertawa.

Farya berkata jika murat memandangnya rendah karena ia seorang wanita.” aku bukanlah putri yang lemah, aku bisa bertarung dengan baik, kau melihatnya kan, aku punya darah banyak pria dipedangku, jika aku punya tentara maka gak ada yang bisa menghentikan aku, “kata farya. murat berkata jika ia gak meragukan hal itu. tiba tiba murat mendengar sesuatu. sementara itu diluar terdapat beberapa orang yang menyelinap masuk kedalam kapal dan membunuh semua penjaga. mereka juga menyiramkan bensin diatas kapal. salah seorang penyusup masuk kedalam kapal dan melihat farya sedang tertidur. pria itu hendak mengayunkan pisaunya namun murat sudah siaga dan langsung membunuhnya. murat meminta farya tetap tinggal didlm kapal. murat sendiri keluar dan mulai bertarung dengan para penyusup. namun fary gak tinggal diam, ia keluar juga untuk ikut bergabung bersama murat , ia berhasil menyabetkan pedangnya kearah seorang pria yang hendak menusuk murat. kemudian kemankes juga datang memberikan bantuan.

Tiba tiba panah api meluncur kearah kapal dan membakar. kemankes berkata jika mereka harus meninggalkan kapal segera.  fary kemudian ingat margaret dan mencarinya , begitu juga dengan murat. akhirnya margaret muncul dan mereka segera bergegas melarikan diri dari kepungan api.  rupanya yang meluncurkan panah api adlah orang orangnya  sinan. selamat tinggal putri kata sinan, namun sinan gak tahu jika murat dan farya juga kemankes dan margaret menceburkan diri kedalam air.

Sementara itu atike naampak gugup, kemudian silhdar datang. kau bilang ada yang sangat penting kata silahdar.”aku merasa gak baik, aku gak tahu siangku dan malamku, aku bertny pada diriku sendiri apa arti peraasaan ini, lihat jantungku berdetak kencang seperti akan terbang”kata atike sambil menarik tangan silhdar dan meletakkannya didadanya. sultana, perasaan itu sangat berbahaya dan bisa menjerumuskan orang kata silahdar. aku gak takut kata atike, bagaimana denganmu ?? tanya atike lagi. kemudian ada suara langkah mendekat, atike langsung saja sembunyi. seorang penjaga datang dan berkata kepada silhdar jika sultan murat diserang ketika berada dipelabuhan. tanpa pikir paanjang, silahdar langsung bergegas pergi. sedangkan atike yang mendengar informasi itu juga bergegas masuk kedalam dengan buru buru Baca Selanjutnya Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 18

loading...
Tags: Kosem 2 Murad IV, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 17. Please share...!

Blog, Updated at: 11:01