Sinopsis Abad Kejayaan ANTV Episode 10 Part 1

Posted by

Sinopsis Abad Kejayaan ANTV Episode 10 Part 1. Viktoria masuk ke ruangan dimana Pangeran Mehmet dan Pangeran Mustafa sedang melihat pertunjukan. Viktoria menjatuhkan lilin sehingga membakar semua barang disekitar anak anak itu. Sinopsis Abad Kejayaan Episode 10.1- Melihat kepulan asap dan api yang semakin menjalar, permaisuri Mahi dan Hurrem segera berlari keluar memanggil anak mereka. Sumbul menghalangi keduanya agar tak masuk kedalam kobaran api. Tiba tiba anak anak keluar, diikuti dengan Viktoria yang menggendong Mehmet dan Mustafa. Viktoria jatuh kelantai dan terbatuk batuk karena menghirup asap….Entah apa yang direncanakan oleh Viktoria sehingga dia mengubah pikirannya.

Sultan Suleiman datang ….Sumbul menjelaskan bahwa semua sudah aman…
http://informasidiary.blogspot.com/2015/01/sinopsis-abad-kejayaan-antv-episode-10-part-1.html
Hurrem langsung berteriak, aku tahu siapa yang menyebabkan ini…”Anakmu yang melakukan ini….” kata Hurrem kepada Mahi. Hurrem terus saja nyerocos…kau racuni aku, dan kau tak sukses, sekarang kau gunakan anakmu Sultan tak tahan melihat sikap Hurrem…..”Hurrem hatun!!!!……….”

Hurrem langsung diam, dia tambah kecewa begitu melihat Sultan menggendong Mustafa dan mengabaikan anaknya.

Sumbul melaporkan semua kejadian itu kepada Ibrahim.

Suleiman mendatangi Hurrem dikamarnya. Sultan menggendong Mehmet dan menciumnya…kemudian dia memanggil Gulnihal untuk membawanya keluar.

“Aku dan anakku sendirian, kami berdua ketakutan. Saya merasa terancam. Kau marah padaku bahkan kau tak mau melihatku…..Apa yang wanita itu katakan kepadamu?.”kata Hurrem.

“Wanita itu namanya Mahidevran. Haseki Sultana….Hurrem hatun. Ibu dari Pangeran Mustafa. Kau tak diijinkan untuk tak menghormatinya”

Sultan pergi meninggalkannya…..”jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan kami, Tuanku” tapi Suleiman tetap keluar. Gulnihal yang melihat itu menjadi sedikit senang….Hurrem menangis.

Mahi menanyakan tentang Hurrem kepada Gulsah, Gulsah berkata bahwa sikapnya yang liar akan membuat Sultan tak menyukainya. Mahi berpesan kepada Gulsah agar memperhatikan Viktoria.

Nigal mengobati tangan Viktoria dan berkata bahwa Istana takkan membiarkannya, Ibu suri pasti menghadiahinya karena telah menyelamatkan 2 pangeran Ottoman.

Daye masuk kekamar dan menyuruh Viktoria istirahat, besok pagi dia akan bertemu dengan Ibu suri…

Hurrem bangun dari tempat tidurnya, dia gelisah sepanjang malam, Hurrem mendatangi Mehmet…

“Ayahmu marah kepada ku anakku, apa yang harus kita lakukan. Wanita itu membencimu, apa yang akan dia lakukan untuk kita. Kita harus melakukan sesuatu…..”

Gulnihal yang semula mendengar dan membuka matanya, kembali menutup mata. dia takut dengan tindakan Hurrem selanjutnya yang sanggup melakukan apapun….

“Suleiman tak boleh meninggalkan kita…..” Kata Hurrem.

Pelayan membawa seserahan dari keluarga Piri pasha kekamar Khatijah. Khatijah tak bersemangat menerimanya. Gulfem mengatakan padanya bahwa Ibu suri memerintahkan Khatijah menemui Tunangannya….Khatijah menolak, pertunangan itu diawali dengan api dan itu artinya kematian katanya kepada Gulfem.

Ibrahim melihat kebalkon untuk melihat apakah Khatijah disana, tapi yang diharapkan tak ada. Begitu Ibrahim masuk….Khatijah keluar…

Sumbul datang menemui Viktoria dan mengajaknya bertemu Ibu suri…

Hurrem melarang Gulnihal untuk tak meninggalkan Mehmet meski sekejap, juga melarang Gulnihal tidur dan memintanya mengunci pintu. Dia semakin jengkel waktu Gulnihal menanyakan kemana dia akan pergi….Hurrem berniat untuk menemui Nigal Kalfa.

Dalam sidang dewan Suleiman mendapatkan laporan dari pemuka agama islam bahwa orang orang kafir Rhodes telah menyerang kapal orang muslim dan merampas harta mereka yang hendak berhaji. dia minta diijinkan untuk mengikuti Suleiman….

Hurrem menemui Nigal untuk membawa dukun itu kepadanya, Nigal tersenyum. Dukun takkan menyelesaikan masalahmu . Kau harus kuat, jangan lemah. yang lemah takkan bisa bertahan disini. Katakan kepadaku apa masalahmu, aku akan menolongmu katanya…

Mahi datang menemui Nigal untuk membawakan Kaftan yang baru, dia akan menemui Sultan….Hurrem yang mendengarnya kecewa.
Sinopsis Abad Kejayaan Episode 10.1- Sultan Suleiman dan Pasukannya siap Berangkat Menuju Rhodes

Sinopsis Abad Kejayaan Episode 10.1 – Viktoria menemui Ibu suri, yang mengucapkan terima kasih karena keberaniannya telah menyelamatkan pangeran. dia juga meminta Viktoria untuk melayaninya jika dia sembuh nanti….Daye yang mendengarnya mengernyitkan dahi….

Mahi menemui Ibu suri, dia menyapa Viktoria. Ibu suri meminta Mahi dan Khatijah menemui Mustafa yang sedang belajar. Ibu suri ingin Khatijah bertemu dengan Jelebi…Khatijah masuk ketempat Mustafa belajar. Jelebi menyapa dan menanyakan keadaannya. Ibrahim melihat mereka berdua sampai kemudian Mustafa menyapanya…

Mustafa mengajak Khatijah menemaninya menemui Sultan….

Hurrem masuk kekamar dan melihat Mehmet bersama wanita lain. dia berteriak teriak marah dan mengambil Mehmet…. dia marah kepada Gulnihal karena telah mengabaikan perintahnya. Hurrem kemudian menarik tangan pelayan itu dan membawanya keluar…

“Hurrem kau mulai gila, tak semua orang iblis, apa yang gadis ini lakukan padamu….?” kata Gulnihal

“Semua jahat Maria, hampir semua orang jahat…Kau menusukku dari belakang, apa kau lupa. Aku tak pernah lupa….”Kata Hurrem sambil menangis. Gulnihal hanya diam karena itulah yang sebenarnya terjadi…

Ibrahim berjalan berdampingan dengan Khatijah, dia senang Khatijah baik baik saja…Khatijah hanya menjawab singkat “Tak masalah karena aku sudah mati…”

“Kau sudah mengumumkan itu disurat, tapi aku tak akan membiarkannya..”kata Ibrahim. Kemudian Khatijah bergegas pergi….Ibrahim mengikutinya.

“Tak ada jalan lainnya, hanya ini satu satunya jalan ” Khatijah berkata….

“Meski aku dineraka terdalampun, aku akan menemukan jalan keluar untukmu. Sekarang aku sudah ditengah, aku tak takut akan api. Sultana aku tak akan pernah menyerah, takkan pernah…” Jawab Ibrahim

“Ibrahim diam, aku tak tahan dengan itu….pergilah. kau berdosa bahkan ketika melihatku”

“Dosa ini milikku, kau satu satunya gadis di surgaku…aku berikan janjiku padamu Sultana. Suatu hari nanti kita berdua haru bersama dan pergi dari istana ini…Aku akan jadikan neraka menjadi surga bagimu”. Mendengar  kata kata Ibrahim,  Khatijah langsung pergi…..

Mustafa menemui Suleiman…

Khatijah mencium tangan Suleiman ….”hartaku yang paling berharga” Kata Suleiman kepada adiknya Khatijah.

Mustafa masih bermain bersama Suleiman sampai malam tiba. Sumbul datang kepada Sultan dan memberikan sebuah Surat. Surat itu ternyata dari Hurrem…

“Tolonglah Sultanku….maafkan aku. Aku tak ingin kau sendirian , sayangku…Aku merindukan wajah dan suaramu, Kami adalah bagian dari dirimu” Tulis Hurrem dalam suratnya.

Hurrem sedang dikamar menggendong anaknya, dia bernyanyi untuk Mehmet. Sumbul datang, Dengan penuh percaya diri dia akan bersiap dan berdandan cantik , dia mengira Sultan memanggilnya. Tapi Sumbul mengatakan bahwa Sultan hanya ingin bertemu dengan Mehmet, Gulnihal membawa Mehmet kepada Sultan.

Hurrem menangis dikamarnya…..Dia benar benar hancur dan kecewa, badannya lemas hingga dia menjatuhkan dirinya kelantai…

Khatijah sedang bersama Gulfem di balkon istananya, Gulfem menghiburnya dengan mengatakan bahwa Ibrahim akan melakukan sesuatu untuk hubungan mereka, masih ada harapan kata Gulfem…

“Harapan apa, semua sudah mati bagiku. Ini tak mungkin, Ibrahim juga tahu, ini adalah perpisahan abadi….”kata Khatijah. Ibrahim keluar dibalkon, keduanya saling menatap dari kejauhan…

Sumbul dan Gulnihal membawa Mehmet kepada Sultan. Suleiman memangku kedua putranya, dia mencium keduanya sambil berdoa ..”Ya Allah aku berdoa kepadaMU, jangan pisahkan keturunanku, Lindungilah Jiwaku….” Malam berlalu dengan cepat, akhirnya fajar menjelang….

Sultan Suleiman sedang bersiap….Dia mengirim surat kepada Rhodes untuk menyerah tapi mereka menolak dan siap dengan tantangan Suleiman …

Pagi itu Sultan suleiman dan tentaranya akan berangkat berperang. dia akan berpamitan kepada Ibu dan istrinya…Hurrem dengan menggendong Pangeran Mehmet ikut bergabung bersama Ibu suri dan lainnya.

Suleiman memasuki ruangan, dia mencium tangan ibunya dan minta kepadanya agar tak melupakan dia dalam setiap doa doanya….Ibu suri meminta gulfem mengambil pakaian yang telah diberi doa. Suleiman kemudian menghampiri Khatijah, Khatijah mencium tangannya. dia akan berdoa untuk keselamatan dan kemenangan Ottoman. Sultan berkata dia akan menyiapkan persiapan pernikahan Khatijah….

Suleiman memandang Mahidevran, lalu dia memberikan tangannya. Mahi sangat gembira dia tersenyum kemudian mencium tangan Suleiman…hurrem yang melihatnya menjadi sebal. Suleiman mengangkat Mustafa….”My boy Mustafa..jangan marah kepada ibumu, jangan absen dari sekolah…..”

Hurrem berpikir sekarang gilirannya, dia tersenyum saat Sultan memandang Mehmet. Tapi Suleiman sama sekali tak memandangnya. Suleiman langsung pergi. Mahi yang melihatnya menjadi senang dengan hal itu, Ibu suri juga tersenyum penuh kemenangan…..

Hanya Hurrem yang tampak sangat sangat kecewa….

18 Juni 1522…Laut Mediterania…Kapal kapal ottoman telah berlayar di laut mediterania menuju tanah tanah kristiani yang akan mereka takhlukkan.

Vatikan telah menerima kabar mengenai kapal kapal perang Ottoman yang berlayar menuju Rhodes untuk menakhlukkan mereka…

Dalam kapal yang membawa mereka Ibrahim teringat kembali akan masa kecilnya, 17 tahun yang lalu ketika dia diambil dari kelaurganya, dipisahkan dari ibu dan saudara saudaranya. dia hampir tak pernah melihat wajah ibunya, hanya suara violin yang menemaninya seperti suara ibunya…

Sultan mendekatinya, Ibrahim menceritakan kegelisahanya. Sultan berkata jika mereka pulang dengan kemenangan nanti dia akan mengirim Ibrahim pulang….Ibrahim senang sekali.

2 Bulan kemudian …..apa yang terjadi??? BACA SELANJUTNYA ABAD KEJAYAAN EPISODE 10 PART 2


Tags: Abad Kejayaan, King Suleiman, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Abad Kejayaan ANTV Episode 10 Part 1. Please share...!

Blog, Updated at: 01:13