Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 132

Posted by

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 132. Wanita di Harem membicarakan Ramtanu Pandey dan suaranya yang merdu.  Seorang ratu berkata, "wow, musik dan iramanya sangat menakjubkan. saya ingin terus mendengarkan musik dia. Itu sebabnya ibu Ratu meminta Ramtanu Pandey untuk tampil lagi di harem." Ratu yang lain menimpali, "aku dengar ia bisa mengubah warna pakaian wanita hanya dengan penampilan dia." Javeda sambil tertawa berkata, "Benarkah? Kalau begitu saya akan pakai pakaian warna biru. saya gak suka warna itu -Ruq tertawa melihat Javeda- Kalau warnanya bisa berubah itu akan menyenangkan." Ruq berbisik pada Hoshiyar, "Hoshiyar, acara ini akan sangat penting bagiku. Siapkan pakaianku yang terbaik untuk malam nanti. saya ingin terlihat sangat cantik."
http://informasidiary.blogspot.com/2014/12/sinopsis-jodha-akbar-antv-episode-132.html
Jalal terlihat gelisah. ia berjalan hilir mudik tak tentu. Lalu ia menepuk tangan, pelayan datang. Jalal menyuruh pelayan mengambilkan minun untuknya. Para pelayan gak langsung pergi, tetapi menunggu perintah selanjutnya. Melihat itu, Jalal membentak mereka agar segera pergi memgambilkan minuman untuknya. Ruq datang dan heran melihat Jalal marah-marah pada pelayan. Ruq menghampiri Jalal, menyentuh pundaknya dan bertanya, "ada apa Jalal? Kenapa kau terlihat tegang? Biar saya pijat. Kau akan merasa enakan. kau gak akan merasa lelah." tetapi Jalal menepis tangan Ruqaiya dari pundaknya dan mendorongnya pergi. Ruq terkejut dan heran, tetapi ia gak putus aa. ia duduk di sebelah Jalal dan bertanya, "Jalal, kau mencemaskan sesuatu? Kau berhak marah padaku. tetapi katakan padaku ada apa?" Jalal menyahut, "tidak ada masalah apa-apa, Ruqaiya." Ruq berkata, "aKu gak keberatan kau marah padaku. saya juga gak peduli kau mengacuhkan aku. tetapi saya ingin tau kenapa kau marah." Jalal dengan perasaan bersalah menatap Ruq, "maafkan aku, saya terbawa emosi. saya sangat marah hari ini. Setelah acara semalam...."

Jalal memceritakan semuanya pada Ruqaiya yang terkejut dan prihatin mendengarnya. Tiba-tiba seorang pelayan datang dan memberitahu mereka kalau hamida bano ingin bertemu Jalal. Jalal memberitahu pelayan, "beliau gak butuh izinku, persilahkan masuk."   Ruq berkata, "Jalal, kita bicarakan masalah ini nanti..." Hamida bano datang, Ruq berdiri melihatnya dan segera beranjak pergi setelah mengucapkan salam. Hamida duduk di depan Jalal dan berkata, "acara semalam sangat luar biasa. Ramtanu Shahab membius semua orang dengan pertunjukannya. Semua orang ingin mendengar pertunjukan ia lagi. saya telah minta ia untuk tampil lagi." Jalal bertanya, "apakah ia setuju?" Hamida tersenyum senang, "benar. ia pria yang sangat sopan. saya kesini untuk memberitaumu kalau kau harus hadir di acara besok." Jalal meyahut, "ya ibu." Hamida melihat wajah resah jalal, bertanya, "ada apa? Kau sepertinya kuatir." Jalal mejawab, "tidak ada apa-apa ibu. saya hanya sedikit lelah." Hamida tersenyum dan berpesan, "aku akan menunggu mu." Lalu pergi meninggalkan Jalal.

Maham masuk ke kamar Ruq sambil berkata, "Jalal marah karena..." Ruq memotong ucapan Maham dengan menegurnya, "bukankah kau perlu izinku dulu sebelum masuk kekamarku, Maham anga?" Maham tersinggung, "benar, Ratu Ruqaiya. tetapi yang terpenting sekarang adalah apa yang akan kukatakan padamu. Semalam Jalal menemui ratu Jodha dan Jodha menolak dia. Ratu Jodha akan merebut posisimu gak lama lagi. Tanggung jawabmu adalah mencegah Jodha merebut posisimu itu." Ruq menajwab, "aku gak pedulikan Ratu Jodha." Maham masih berusaha menghasut Ruq, "tapi apa kau sudah lakukan semua hal untuk menjaga posisimu?" Dengan gak sabar, Ruq berdiri dan berkata, "jangan coba memancingku, Maham Anga." Maham menyahut, "aku gak perlu melakukan itu. saya hanya ingi mengingatkan kewajiban istri pada suaminya. Dan yang harus di lakukan seorang ratu untuk melindung posisi dia." Ruq bertanya, "apa?" Maham menjawab, "pengalihan. Alihkan perhatian Jalal dari Jodha. saya tau Jalal sekarang benci pada Jodha. tetapi kau harus ingat, cinta dan kebencian yang besar sering melewati batasan." Ruq bertanya, "apa maksudmu?" Maham menjawab, "aku ada ide. Untuk memisahkan Jalal dengan Jodha." Ruqaiya dengan tegas menyahut, "lakukan sesukamu. tetapi jangan libatkan aku." Maham setuju, "tentu saja Ratu Ruqaiya. kalau kau tak mau terlibat, gak masalah. tetapi saya akan penui kewajibanku. Karena saya gak mau ada yang memisahkan kau dan Jalal. Terutama kalau itu Putri Rajput. saya akan berusaha sekuat tenagaku untuk selamatkan hubunganmu dengan Jalal. saya permisi dulu."

Jodha mengunjungi Jalal. Jalal sedang berdiri gelisah di tengah kamarnya. Jodha menghela nafas dan menghampirinya, "yang mulia.." Jalal menoleh dengan geram. Jodha berkata, "aku mau..." Dengan geram jalal berteriak, "kau butuh izin untuk masuk ke kamar kaisar! Pergi dari sini!" Jodha tertegun menatap Jalal, tetapi kemudian ia membalikan badan dan pergi. Jalal tak mau menatapnya dan membalikan badan. Ternyata Jodha bukan pergi, tetapi berdiri di pintu dan meminta izin bertemu, "boleh saya masuk, Yang Mulia?" Jalal dengan mata melotot berteriak, "tidak! Sekarang saya sedang sibuk! Kau boleh pergi!" Tanpa memperdualikan penolakan Jalal, Jodha menerobos masuk, "aku akan katakan yang ingin kukatakan. saya tak peduli kau berikan izin atau tidak!" Jalal mengangkat tanganya sambil melotot, "kau..." Jodha cepat memotong, "aku tau ini kejahatan dan saya akan terima hukumannya. tetapi kau harus dengarkan aku!" Lalu Jodha meminta pelayan pergi semua.

Jodha menatap jalal dan berkata, "semalam..." Jalal memotong, "aku belum melupakan kejadian semalam, ratu Jodha." Jodha menyahut, "aku juga. saya ingat apa yang saya tulis di surat itu." Jalal menyahut cepat, "aku juga ingat apa yang tertulis di surat itu, ratu Jodha. saya juga ingat bagaimana kau perlakukan aku. Tak ada yang pernah menghinaku seperti itu. Jangan ingatkan saya peristiwa itu lagi." Jodha menyela, "Yang Mulia,..." tetapi Jalal tak memberinya kesempatan, "kau gak dengar aku? Caramu mempermalukan aku, saya merasa ingi membunuhmu untuk itu. saya gak ingin melihat wajahmu sekarang. Sebaiknya kau pergi dari sini" Jodha menyahut, "aku akan pergi, tetapi saya ingin menjelaskan mengenai semalam. saya memang telah menghinamu. tetapi saat itu kau sedang gak sadar. Kau ingin membawa persahabatan kita ke hubungan intim. Kau hanya ingin berhubungan intim dengan wanita. Kau gak mencintaiku." Jalal menjawab cepat, "tentu saja saya gak mencintaimu. Bagaimana kau bisa berpikir kalau saya mencintaimu? Kau pikir siapa dirimu? Kau bangga pada kecnatikanmu? Kau pikir 1 surat bisa membuatku menyukaimu? gak ratu Jodha! -Jodha terpukul mendengarnya- Banyak wanita di Harem yang sangat ingin menemui aku. Keluar dari sini!" Jalal mengusir Jodha sambil menunjuk ke arah pintu. Jodha masih terpukul denagn kata-kata jalal, matanya berkaca-kaca. Tiba-tiba muncul Resham yang mengatakan kalau Maham ingin bertemu Jalal. Jalal menjawab kalau ia akan segera menemuinya. Lalu tanpa berkata apa-apa lagi ia meninggalkan Jodha yang masih terpaku dengan mata berkaca-kaca.

Jalal bergegas pergi ke kamar Maham. Begitu melihat maham ia bertanya, 'badi ami, kau ingat surat Jodha yang kau bacakan untukku?" Maham dengan gugup berjalan membelakangi Jalal dan menjawab, "ya, Jalal. -dalam hati maham berkata, 'bagaimana mungkin saya bisa lupa, saya gunakan surat itu sebagai alat untuk menjauhkan kalian berdua.' Maham sambil tersenyum menatap Jalal- saya ingat, Jalal. tetapi kenapa kau memikirkan surat itu sekarang?" Jalal bertanya, "kau yakin sudah bacakan semua kata yang ada di surat itu? Maksudku..." Maham menyela, "apa maksudmu, Jalal? Tentu! saya sudah bacakan semua yang tertulis di surat itu. Kau gak percaya padaku? saya masih simpan suratnya...untuk apa saya mengubah isi surat Jodha? Apa untungnya bagiku?" Maham pergi mengambil surat Jodha dan menunjukannya pada Jalal, "ini suratnya. Kau bisa perlihatkan ini pada orang lain agar kau puas." Jalal menolak, "tidak perlu, Badi Ami. saya percaya padamu. tetapi kenapa ratu Jodha menolak mengakui apa yang ia tulis?" Maham berkata, "itu karena kau lebih percaya Jodha daripada aku. -mata maham berkaca-kaca- kau sangat percaya padanya sampi kau meragukan aku. Mungkin saja Jodha membuat kesalahan saat menulis suart ini. Atau mungkin... maafkan saya karena mengatakan ini..mungkin ia ingin balas dendam padamu. Tidak, Jalal. Kau bawa surat ini ke orang lain dan minta ia bacakan." Jalal merobek surat dari Jodha dengan marah, "aku sudah bilang, itu tak perlu, badi ami. Tapi..." Maham menyela, "tidak ada tetapi Jalal. Hal semacam ini gak perlu di pikirkan oleh kaisar. Kau kelihatan sangat kesal, sedikit hiburan mungkin akan membuatmu merasa lebih baik. Atas izin ibu ratu, musisi Ramtanu Pandey telah mengatakan akan tampil lagi. Kau harus siap-siap menghadiri pertunjukan itu." Jalal memejamkan mata dan berkata, "aku gak ingin kesana, Badi Ami." Maham tertawa dan membujuk Jalal, "kau adalah Kaisar, Jalal. Kadang, kaisar harus lakukan sesuatu yang berlawanan dengan keinginannya. Boleh saya katakan sesuau? Hari ini, kau ada alasan khusus untuk menghadiri pertunjukkan itu." Jalal bertanya, "apa itu?" Maham mengatakan kalau ia mempunyai hadiah spesial untuk Jalal, "kau akan merasa bangga untuk membawanya bersamamu. Kau mau melihatnya?"

Sinopsis Jodha Akbar episode 132. Maham mendekati kurungan besar yang ada di sudut ruangan lalu menarik tirai yang menutupinya hingga terbuka. Jalal melihatnya, terpana tak percaya dan ekspresinya berubah gembira. Maham bertanya, "katakan, Jalal. Bukankah ini hadiah yang unik? Bawalah hadiah ini bersamamu ke perayaan.." Jalal tersenyum licik.

Maham terlihat gembira karena rencananya berhasil. Resham menghampirinya dan bertanya, "nyonya, saya sudah lama ingin tahu, beritahu saya kenapa kau tersenyum?" Maham dengan bahagia berkata, "setiap kali musuhku dalam masalah, itu akan berikan saya alasan untuk tersenyum. Ratu Jodha akan segera menyadari status ia di istana ini. Hari ini, impian ratu Jodha akan hancur. Dan impianku akan terwujud."

para ratu telah berkumpul di Aula untuk menyaksikan penampilan Ramtanu Pandey. Mereka menanti kedatangan Ramtanu. Seorang ratu berkata kalau Ramtanu bisa datang semaunya karena ia itu seniman. Javeda sudah agak gelisah karena ia sudah memakai pakaian warna biru. Begitu Ram muncul Javeda dan para ratu bersorak kegirangan. Sementara ratu utama dan permaisuri hanya tersenyum penuh kekaguman. Di hadapan para ratu Ram berkata, "salamku untuk semua wanita yang ada di sini. Sebelum saya tampil di depan kalian semua, saya ingin bertanya pada kalian, kenapa saya harus bernyanyi untuk kalian?" Hamida bano berdiri, "aku ingin menjawab pertanyaanmu Ramtanu Shahab. Ada sihir di dalam suaramu. Warna-warni kebudayaan Hindustan ada di dalam musikmu. Mirip dengan itu, wanita dari seluruh hindustan adalah bagian dari Harem ini. Semua agama, status, dan kebudayaan ada di sini. saya mengatakan kalau musikmu akan menyatukan orang-orang. saya ingin musikmu menyatukan semua orang di sini, yang berasal dari agama dan kebudayaan berbeda." Semua orang terkagum-kagum dengan pemikiran ratu Hamdia. Ramtanu pandey tesenyum senang. Hamida memperkenalkan Jodha pada Ramtanu. Ramtanu berkata, "salam untuk Ratu Jodha." Jodha membalas salam Ramtanu. Ram hendak memainkan musiknya ketika terdengar pemberitahuan kalau Jalal datang. Jodha sudah merasa gak enak sendiri.

Jalal duduk di tahtanya dan berkata, "hari ini, di acara pertunjukkan ini, saya ingin kepala istriku, ratu Ruqaiya untuk ke depan dan duduk di sampingku. Ruqaiya dengan tersenyum berdiri, menghampiri Jalal dan duduk di samping kanannya. Jalal melanjutkan, "dan di sampingku yang lain, saya ingin seseroang, -Hamida tersenyum dan mengangguk pada Jodha, Jodha tersenyum dan berdiri melangkah kedepan- yang belum lama ini dekat denganku, -jalal berkata pada pegawal- Kaa bawalah hadiah spesialku ke sini." Semua orang terpana tak percaya, Jalal mempermalukan Jodha. Maham tersenyum gembira.

Pengawal membawa kurungan bertirai unggu ke dalam aula dan membuka tirainya. Di dalam kurungan ada wanita cantik bercadar. ia keluar dari kurungannya dan berjalan kearah Jalal. Wanita itu mengenakan pakaian yang transparan dan merangsang.  Di tengah aula ia berhenti dan membuka cadarnya, semua orang terpana takjub melihat kecantikannya. Melihat itu, Jalal menyerigai. Wanita itu mendekati Jalal, memberinya salam. Jalal berkata, "biasanya istri spesialku duduk di sini, tetapi malam ini saya ingin hadiah khususku yang duduk di sini." Jodha terpukul dan kembali ke tempat duduknya. Semua orang menatap iba pada Jodha. Jalal terlihat puas telah mempermalukan Jodha. Hamida dan Salima merasa gak enak hati atas perlakuan jalal, tetapi gak bisa berbuat apa-apa.

Ramtanu terngangah melihat wanita cantik itu. Jalal bertanya apakah wanita itu mempunyai efek yang sama dengan lemparan pisaunya waktu itu? Ram menjawab, "aku terpana sesaat, tetapi hari ini saya akan menyanyi untuk wanita cantik ini." Jalal meminta wanita itu duduk di sampingnya. Maham memperkenalkan namanya, Benazir. Maham mengatakan kalau Benazir terkenal karena kecantikannya. Benazir kemudian duduk di samping Jalal, dan Ram mulai menyanyi.

Ram mulai menyanyi lagu Inn aankhon mein tum. Ruq menatap Jalal sambil berpikir kemarin ia marah-marah, tetapi sekarang menatap Benazir dengan mesra. Jodha sangat terpukul dan terhina serta menyimpan bara amarah atas perlakuan Jalal terhadapnya. Jalal melihat itu, lalu ia memanggil maham dan berbisik. Maham kemudian mendatangi Jodha dan memberitahunya kalau jalal ingin ia pergi dari sana, karena ia gak suka dengan kehadirannya. Jodha dengan perasaan hancur berkeping-keping dan berurai airmata, meninggalkan aula, di ikuti pandangan mata banyak orang. Jalal tersenyum menyerigai dengan puas. ...BACA SELANJUTNYA  Sinopsis Jodha Akbar episode 133


Tags: Jodha Akbar, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 132. Please share...!

Blog, Updated at: 02:09