Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 22

Posted by

loading...

Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 22
Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 22
Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 22. Didalam kamarnya farya memberitahu margaret ttg ayse sultan yang sudah memberikan keturunan untuk sultan murat. aku tak suka cara ia melihatmu , tampak jelas sekali ia tak menyukaimu kata margaret. farya berkata jika ayse ingin dirinya menjauh dari sultan murat.”maafkan aku , namun aku berpikir yang sama, kau ada dalam situasi yang tak menguntungkan, aku takut ini akan berbaahaya untukmu dan keluargamu”kata margaret. farya berkta seharusnya margret lebih mengenalnya, aku hanya ingin balas dendam tak ada keinginan yang melebihi itu.

“dan terutama sultan murat, ia tak akan pernah memberiku pasukan, karena katanya tentara tak menerima perintah dari seorang wanita”ujar farya kesal. ia kemudian berjalan menuju cermin dan menyisir rambutnya.

Sementara itu ayse sedang berdandan sebelum tidur, kemudian murat masuk kedalam dan bertanya ttg anak mereka. murat tampak senang mendengarkan penjelasan ayse. ayse kemudian memegang pipi murat dan berkata jika ia rindu sekali kepadanya.”aku juga merindukanmu, tidurlah, aku banyak sekali pekerjaan “kata murat sambil menggenggam tangan ayse, murat keluar dari kamar. ayse membungkuk memberikan hormat meskipun ia merasa sangat kesal karena penolakan murat. sultan sendiri kemudian pergi keruangannya, namun tiba tiba pikirannya berubah.

Murat langsung saja masuk kekamar farya membuat gadis itu kaget bukan main. aku tak sedang menunggumu kata farya. murat berkata jika farya harus tinggal selama beberapa minggu lagi karena urusan soal pamannya butuh waktu.”maafkan aku, aku tak bisa tinggal karena tidk ada lagi waktu, aku harus menyelamatkan ibuku secepatnya”kata farya. murat berkata jika farya pernah bilang kalo ibunya ada ditempat yang aman.

“pamanku mencariku, aku takut jika ia sudah menemukan ibuku, aku harus pergi , jika memang aku harus mati maka kami akan mati bersama”kata farya. murat berkata jika keputusan yang ia buat sudah dikirim kepada itsvan dan juga paus. tak ada yang akan berani melakukan itu, kau ada dalam perlindunganku, dan sesuai hukum kau adalah tawananku.

“tawanan?” kata farya kaget. sedangkan ayse kesal bukan main ketika seorang kalfa berkata jika sutan murat ada ditempat farya seperti yang ia duga. ayse kemudian mengusir kalfa itu yang membuatnya jengkel karena terus memanggil farya dengan sebutan tuan putri.

“pergi dari pandanganku!!!”ujar ayse sultan.

Farya berkata kepada murat jika kedatangannya adalah untuk meminta bantuan dan bukannya menjadi tawanan.”kau seharusnya memikirkan itu ketika pertama kali datang, selama kau disini dan ada dalam perlindunganku maka kau harus melakukan apa yang aku katakan”kata murat.

Farya mendekat dan berkata sambil menantang.”apa lagi sekarang? kau akan memasukkan aku keharemmu seperti wanita lain? akankah aku menjadi selirmu”kata farya sinis. tuan putri, ini adalah masalah politik tak lebih kata murat dan berlalu . farya sendiri setelah kepergian murat menjadi gelisah. karena sedikit banyak ia sangat tertarik kepada murat.

Keesokan paginya murat dan silahdar sedang bersama, ia bicara ttg farya yang keras kepala dan juga rasa tak tenangnya karena paus yang sedang mencari cari farya, ia cemas dengan keselamatannya.”aku akan menempatkan penjaga khusus untuknya, namun jika anda ingin tenang, ia bisa tinggal disini”kata silahdar membuat murat tersenyum. sementara itu tampak beyazid sedang berlatih memanah. sinan yang ada didekatnya memuji keahlian beyazid. ia kemudian memberikan surat dari ibunya gulbahar. beyazid berkata jika ibunya sakit. ia kesal sekali karena tak bisa melihat wajah ibunya.

“situasi sudah berubah, sekarang kosem tak berkuasa, mungkin jika anda bicara dengan yang mulia, ia akan memberimu ijin melihat ibumu”kata sinan.

Atike masuk keruangan farya kaget ketika melihat mereka bersiap siap, mengapa kalian berkemass? apa saudaraku tak mengatakan apapun? .”mengatakan apa?” tanya farya penasaran.

Dibalkon sedang duduk kosem ditemani haci, kosem berkata jika farya telah memenangkan hati murat, murat bahkan meemuinya malam itu ujar kosem. tak lama kemudian murat masuk menemui sang ibu dan mencium tangannya.”aku ada pekerjaan , aku datang untuk bicara kepadamu ttg putri farya. aku merubah pikiranku untuk mengirimkannya keistana uskudar, ia akan tetap tinggal di pearl palace”kata murat. kosem langsung berdiri dengan marah, karena murat sudah melanggar aturan. ini perlu jika memang aku menginginkannya!!! kata murat dan langsung berlalu. ketika murat sudah pergi, kosem langsung memanggil haci dan berkata agar membawa farya kepadanya segera!!!! selanjutnya apa yang kan dilakukan kosem?Baca Selanjutnya Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 23


loading...
Tags: Kosem 2 Murad IV, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Kosem 2 Murad IV Episode 22. Please share...!

Blog, Updated at: 20:09