loading...

Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 297

Posted by

loading...

Sinopsis Lainnya:

Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 297.
Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 297.
Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 297. Husein pasa melapor kepada kosem diistana tua jika mereka sudah mencari kemanapun namun gak menemukan para pangeran, namun karena gak ada kabar itu berarti gak ada kabar buruk kata husein.”semuaanya makin buruk, waktu berlalu dan apa yang akan kita lakukan?? apakah kita akan tunduk kepada halime sultan”kata kosem. husein berkata jika osman bersama mereka maka mereka gak akan berani menyakiti para pangeran.

“aku bersamanya kemarin, ia sangat menyesali semua perbuatannya, biarkan yang lalu  menjadi masa lalu, aku bersamanya sekarang, pergilah kepadanya dan lindungi ia dengan hidupmu”kata kosem. perintah dari sultana kami yang perkasa akan segera dilaksanakan ujar husein. tiba tiba haci masuk kedalam dengan tergesa. ia memberi kabar tttg cennet yang ditemukan sudah gak bernyawa, tampaknya para pemberontak memukulinya dengan kejam hingga tubuhnya tercabik cabik, kosem hanya bisa menunduk murung gak berdaya.

HUm dan zulfikar bertemu, hum berkata semoga zulfikar kembali dengan selamat..”aku gak punya banyak harapan, dan jika memang kosem yang sangat kau percaya benar maka semuanya akan berakhir baik”kata hum.

“aku gak tahu entah kapan rasa sakit dan kemarahanmu mereda, sehingga kau bs memaafkan aku, namun ketahuilah aku akan mennuggu hari itu hingga nafas terakhirku”kata zulfikar kepada hum, yang menatapnya berkaca kaca. seakan itu pertemuan terakhir mereka berdua. ketika zulfikar berlalu, air mata menetes deras di pipi humazah.

Dibarak jannisari , kembali mansyur dan davut bertemu. mansyur berkata jika sebentar lagi ali aga dan zulfikar akan datang, dan jika mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan maka semua ini akan berakhir. jika begitu lakukan sesuatu mansyur kata davut penuh arti. Sementara itu halime sedang membelai rambut putra kesayanganya disalah satu ruangan dibarak. tak lama kemudian dilruba datang. apakah mereka sdh menemukan osman?? tanya halime.” belum, dan cennet juga gak bicara dan ia mendapatkan apa yang pantas untuknya “kata dilruba sinis. apa maksudmu ?? tanya sang ibu.

“kami menyerahkanny kepara para pemberontak dan ketika tahu ia adalah istrinya omer, mereka langsung memukulinya tanpa ampun”kata dilruba. bukannya senang, halime malah marah. jangan pernah melakukan sesuatu diluar kendalimu !! ungkap halime. halime berkata jika ia sedang bernegosiasi dengan kosem namun dilruba malah merusak semuanya.

duka-menyelimuti-hum“jalan kita dan kosem sudah terpisah sejak ia tahu kita membunuh anaknya, ia akan membenci kita”kata dilruba. apa??? apa yang kau lakukan dilruba?? kata halime gemetar karena marah. aku melakukan hal yang benar kata dilruba lagi.

“dia bukan lagi seorang sultana, ia  gak punya pangeran. sudahi saja urusan dengannya. aku sendiri yang akan menjualnya dipasar budak”kata dilruba. halime hendak menampar dilruba namun ditahannya. matanya sampai keluar air mata karena menahan rasa marah.

“kosem benar, kau sudah kehilangan pikiranmu, sangat sombong, penuh kemarahan, kebanggaan dan juga ambisius, itu semua membuatmu buta. sultan osman ada bersama kosem, ketika ia mendengar apa yang kau lakukan, ia akan menempatkan osman kembali diatas tahta”kata halime keras. kalo begitu ia gak akan mendengar ttg kematian anak anaknya dan biarkan ia berpikir mereka masih hidup, kita dapatkan apa yang kita inginkan dengan negosiasi dengannya kata dilruba lagi.

Diistana tua, haci memberitahu kosem jika sebelum cennet pergi ia menerima sebuah surat, namun mereka gak tahu surat itu dari siapa dan apa isinya. sementara itu suasana dibarak tampak tegang. tak lama kemudian zulfikar dan ali aga datang, mereka membawa sepeti koin emas. para jannisari senior langsung menyambut mereka. aku harap kalian membuat keputusan bagus kata zulfikar. dan ternyata memang mereka menerima janji yang diberikan oleh yang mulia sultan osman, kami akan mengakhiri pemberontakan. hal ini membuat zulfikar lega dan iapun tersenyum. namun rupanya si mansyur yang sudah dibeli oleh davut membuat gara gara lagi..

“jangan pernah tertipu dengan tipu daya sultan osman, sultan osman adalah musuh jannisari dan bagaimana kita percaya pada kata katanya”kata mansyur. tampak dari atas balkon halime dan dilruba berdiri menatap apa yang terjadi dibawah mereka. demikiran juga davut pasa dan kilindi melihat dari balkon yang lain.Baca Se,lanjutnya Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 298

loading...
Tags: Abad Kejayaan 2 Kosem, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Abad Kejayaan Kosem Episode 297. Please share...!

Blog, Updated at: 13:17