Blog Informasi Diary tentang Sinopsis film Thapki, Anandhi, Mohabbatein, Gopi, Belahan Jiwa, Lonceng Cinta dan Sinetron Indonesia

loading...

Sinopsis Bunga Yang Terluka Episode 145

loading...

Kumpulan Sinopsis Informasi Diary

Sinopsis Bunga Yang Terluka Episode 145. Kemal mau pergi kerja. Mesude mendatangi dan mereka malah bertengkar lagi. Kemal emosi dan malah mau mengusir mesude. Busra datang dan meneriaki Kemal. Lalu mesude mendorong kemal dan naik ke atas disusul busra. Kemal masih ngomel-ngomel sendiri.

Kembali ke acara pemakaman. Semua tamu pun berdoa, dan usai berdoa peti jenazah akan diberangkatkan. Nazan tiba-tiba mendatangi peti dan melarang jenazah tafik dikebumikan.

Sementara itu defne yang sedih memilih ke taman dan melamun diayunan. Cemre kemudian datang. Defne sedih karena sudah kehilangan ayahnya, taman ini adalah taman kenangan dimana defne kecil dan ayahnya kerap bermain disini. Cemre pun juga merasakan kenangan yang sama. Kemudian cemre menenangkan Defne.

Cemre mengatakan defne harus bisa menerima semuanya ini. Wah dari wajah kak Cemre tersirat wajah yang tegar dan tulus membantu. Pokoknya salut deh sama kak cemre ini. Kak cemre pada akhirnya berhasil membujuk defne untuk melihat ayahnya untuk terakhir kalinya.

Sinopsis Bunga Yang Terluka Episode 145
Sinopsis Bunga Yang Terluka Episode 145
Sisi lain mesude di kamar memberesi barangnya, dan kemal masuk. Kemal mengambil kalung milik mesude yang ada di lehernya karena kemal merasa semuanya adalah dari uang kemal. Lalu busra datang dan juga membawa tas juga mau ikut pergi.

Mesude mau membawa dedek bayinya namun sama kemal tidak boleh. Mesude kemudian diseret keluar bersama busra. Dan kemal lalu menutup pintu dan menguncinya. Hem… emang kemal bisa apa merawat bayi… jangan remehin perempuan ya… yakin dah kemal bakal nangis-nangis tidak bisa merawat bayi. Lalu mesude dan busra pun terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Kembali ke pemakaman. Jenazah pun diusung. Serkan sebagai anak ikut mengusung jenazah ayahnya untuk dikuburkan. Defne kemudian datang dan berlari dari belakang memeluk jenazah, dia menangis dan terus menangisi sambil memegang peti ayahnya.

Serkan tidak bisa berbuat banyak, dia meski tegar namun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, air matanya mengucur deras sembari ikut menggotong peti. Tampak toprak juga ikut menggotong peti di belakang serkan.

Pada akhirnya defne pun melepaskan peti ayahnya, dia menangis sedih. Semua orang yang hadir juga nampak iba. Geng songul yang turut hadir juga merasa kasihan dengan kejadian yang dialami defne. Dan jenazah tafik pun segera menuju ke tempat pemakaman.
Baca Selanjutnya Sinopsis Bunga Yang Terluka Episode 146
Update Sinopsis di Facebook | Kumpulan Sinopsis Anak Jalanan | Sinopsis Anugerah Cinta | Sinopsis Khushi | Sinopsis Bunga Yang Terluka | Sinopsis Gopi Antv | Sinopsis Lonceng Cinta | Sinopsis Mohabbatein | Sinopsis Thapki
loading...
Labels: Bunga Yang Terluka, Sinopsis

Thanks for reading Sinopsis Bunga Yang Terluka Episode 145. Please share...!

Back To Top