Sinopsis Jodha Akbar Antv Episode 467

Posted by

Sinopsis Jodha Akbar Antv Episode 467. Johda dan Jalal masih di dalam goa persembunyia. Jodha bertanya kepada Jalal tentang keadaan Mehtab. Dengan wajah sedih Jalal menceritakan bhw Mehtab terluka para dan tak sadarkan diri. Jodha berkata kalau begitu kita harus segera  kembali ke Agra. . Malam itu Jalal dan Jodha meninggalkan goa dan pergi mengendaraikuda bersama. Di wajah keduanya tampak lelah dan sekaligus bahagia karena keduanya bisa bersatu  kembali. Jalal merasakan ada sesuatu yang tdk beres dengan Jodha. Ia memegang kening sang istri: "Apakahkau baik2 saja Jodha? Jodha menepis kekeuatiran itu dgn menjawab dirinya cuma kelelahan. Jodha balik bertanya: “Mengapa aku merasakan jantung mu berdetak kencang sekali?”   Jalal:“Setidaknya jantung ku masih bisa berdetak. Jika terjadi sesuatu pada mu maka jantung ku akan berhenti berdetak utk selamanya”. Jodha berkata: “Aku amat menantikan kedatangan mu utk menyelamatkan ku, akan tapi kenapa begitu lama?” Jalalmenjawab: “Tak begitu mudah mencari jejak mu akan tapi petunjuk yang kau tinggalkanadalah ide cemerlang”. Jodha: “Aku begitu berikan cemas kalau2 kau tak dapat mengartikannya”.  .  Jalal menjawab: “Yakinlah aku pasti akan menemukan kau kembali, tak akan pernah ku tinggalkan kau istri ku. Jodha menimpali: “Dan aku … aku pun tak akan pernah pergi dari pelukan mu lagi”.Mereka berdua pun terus berpeukan sepanjang perjalanan.  Mereka pun melanjutkan perjalanan ke Agra..
http://informasidiary.blogspot.com/2015/03/sinopsis-jodha-akbar-antv-episode-467.html
Malam itu Bakshi Banu terlihat berjalan sendirian ia sampai ke goa tadi. Ia menemukan tubuh Sharifuddin tergeletak di tanah dan melepaskan tali ikatan di kaki si Udin. Ia memeriks badannya memangku kepala Udin sambil memberishkan mukanya. ternyata Sharifuddin masih belum mati. Sharifuddin mengerang dgn suara lirih. . Bakshi membantu Udin bersandar di batu.  Sharifuddin dgn suara lirih berkata: “Air … air … aku haus” Bakshi Banu menjawab hanya ada arak disini. Lalu Bakshi membantu si Udin minum. Ia kemudian mengeluarkan kotak opium:”Aku membawa ‘afeem’ makanlah ini akan membantu lebih tenang dan menahan rasa sakit mu” .. Shafruddin tersenyum jahat sambil memandang Bakshi:” Ya Tuhan ternyata kau menciptakan keanehan pada wanita. Aku telah membuat nya menderita akan tapi ia tak tega membiarkan aku mati” Si Udin menertawakan Bakshi Banu: “ Hahaha! Tahu kah kau aku meminta Jalal utk menukarkan kau dengan Jodha bukan krn aku mencintai mu! Hal itu adalah tipuan ku agar kau suka rela datang menghampiri ku dan aku dpt membalas dendam ku kepada mu”. . Bakshi membalas dgn penuh amarah:”Kau hanya akan bisa membala dendam mu jika kau masih hidup!” Sharifuddin: “Hahaha kau tak akan pernah tega membunuh ku!” Bakshi Banu memandang dgn wajah geram:”Kau tak tahu bahwa aku telah mencampur racun kedalam arak dan opium mu tadi! .KembangTanjoeng. Sharifuddin tersedak dan cairan putih keluar dari mulutnya. Bakshi berkata:”Tidak! Setelah apa yang kau perbuat terhadap putri kita Mehtab dan kepada kakak ipar Jodha! Kau menjijikan. Tahu kah kau bhw Mehtab selama dibesarkan oleh Jodha dan kau! Kau tak tahu diri. Lihat apa yang kau perbuat terhadapnya! Semoga Tuhan memaafkan diri ku krn telah membunuh suami ku sendiri. . Akan tapi semoga Tuhan tak akan memaafkan dosa2 mu!!!” Sepanjang adegan terakhir ini wajah Bakshi Banu berubah dari “clueless” alias bingung takmenentu menjadi tatapan kejam krn penuh kebencian. . Bakshi Banu kemudian menyeret tubuh Sharifuddin keluar goa. Dengan penuh amarah ia menggali lubang ditanah dan mengubur tubuh Sharifuddin dan menutup rapat dengan tanah. Ia ingin meyakinkan bahwa si Udin mati dalam kuburnya itu. Bakshi pun terlihat menangis disana. Kelihatannya Bakshi Banu menangisi nasib nya sendiri.

Jodha and jalal tiba menyusul rombongan Hamida. Jodha berlari memeluk Hamida, lalu menghampiri Mehtab yang terbaring tak sadarkan diri. Jodha:”Betapa tersayat nya hati ku. Mehtab hrs mengalami semua ini demi usahanya menyelamatkan aku” . Jodha membelai wajah Mehtab dan menangis. Sementara Jalal memandang sedih keaarah mrk berdua. Hamida meberitahukan mrk bahwa Bakshi Banu kabur diperjalanan ke Agradan ia blm kembali. Jalal memanggil pengawal dan memerintahkan agar mrk segera mencari Bakshi Banu.

Jodha sedang sendirian di kamar dan menemani Mehtab yang masih belum sadar. Tiba2 Mehtab terlihat mulai siuman dan ia terlihat gelisah. Jodha kaget dan berteriak memanggil tabib. Setelah memeriksa tabib mngatakan bhw racun dari luka dilehernya telah menyebar keseluruh tubuh Mehtab. Tabib pun segera menestekan ramuan obat ke mulut Mehtab. Selama bbrp saat Mehtab kelihatan gelisah dan ketika obat mulai bekerjaia pun terlihat tenang. Tabib memeriksa nadi Mehtab dan berkata ia  telah berhasil melewati masa bahaya. Bakshi Banutiba di kamar ditemani Birbal dan Abu Fazl. Ia langsung menghampiri Mehtab dipembaringan:” Aku telah memberikan balasan setimpal kepada pendosa yang menyakitimu. Ia tak akan bisa lagi menyakiti mu. Aku telah membunuhnya”.  Semua yang hadir disana terkejut mendengar pengakuan Bakshi Banu. Hamida berkata:”Apa yang tekah kau perbuat?” Jalal membela Bakshi Banu dengan mengatakan:”Bakshi berhak melakukan hal itu Ibu. Sharifuddin memang layak menerima pembalasan itu dari nya. Aku membiarkan dia disana agar ia mati dengan luka parahnya itu”. Jalal memeluk erat Bakshi Banu. Jodha pun turut membela Bakshi:”Apa yang kau lakukan bukanlah pembalasan dendam akan tapi sesuatu yang harus kau lakukan sebagai seorang Ibu”. KembangTanjoeng.

Salim, BhagwanDas, Murad dan Qutub terlihat sedang bertempur dimedan perang. Salim hampir terkena kibasan pedang lawan tapi ia berhasil menghindar. Akan tetapoi tiba2sebuah anak panah mengenai bagian belakang tubuh Salim yang tak terlindungi. Bhagwan Das segera menghampiri dan memanggil yang lain untuk membantu melindungi Salim. Sementara itu Salim cuek terus bertempur dan berkata ia tak apa2.  Bhagwan Das menyuruh yang lain menurunkan Salim diatas kudanya dan membawanya ke pengobatan. Bhagwan Das dan Murad kembalibertempur. Sementara itu Mirza Hakim tersenyum bahagia  melihat perkembangan ini.

Di kamarnya Jodhaterlihat mondar-mandir sedang cemas. Moti datang membawakan makanan utk nya danmemohon Jodha utk makan. Jodha menolak ia bilang ia sedang tak nafsu makan. Moti Bai:”Ayolah Jodha coba lah makanlah sesuatu. Jika tidak maka Jalal akan marah”. . Moti pamit pergi. Jodha merasakan tak enak badan, Nafasnya tersengal dan kepalanya pusing. Tiba2 ia lemas dab terjatuh duduk. Jodha membasuh wajahnya dengan air ia berharap bisa menyegarkannya. Sambil terus memegangi kepalanya ia pun muntah. Akan tapi betapa kagetnya ia ketika melihat ada darah keluar dari batuknya. Ditelapak tangannya ada segumpal darah:“ Hey Kahna (Oh Dewa) bukan kah ini tanda2 penyakit yang aku lihat tengah merebak diantara rakyat ku?”. .

Jodha terlihat sedang tertidur di kamarnya. Rupanya ia mulai bermimpi buruk lagi. KembangTanjoeng. Dalam mimpinya itu Jodha melihat kembali Jalal yang acak2an berjalan terlunta2 tak tentu arah di antara mayat2. Kemudian ia melihat Jalal yang sedang marah kpddirinya sendiri: “Tuhan aku tahu aku bhw aku sedang mendapat ganjaran atasdosa2 yang telah ku perbuat”. . Kemudian ia melihat dalam mimpinya Jalal  membentur2kan kepalanya sampai darah mengalir byk dari kening nya.” Jodha pun terbangun. Jodha berjalan kearah jendela dan melihat api lampu Diya padam (lentera tanah yang ada sumbunyabiasa dipakai utk berdoa) .. Ia pun segera menyalakannya diMandir (tempat ritual pemujaan dan berdoa) yang berada di kamarnya. Akan tetapiapi itu terus padam kembali. Jodha menyakannya kembali dan ketika hampir padam terlihat tangan Jalal disisi tangan Jodha dan membantu mencegahnya padam. Jalal berusaha menenangkan Jodha: “Jangan cemas istri ku. Tak akan ada lagi apa2 skrg”. Jodha: ”Hari2 yang mencemaskan kita masih terus berlangsung”. . Jalalm eyakinkan Jodha: “Aku akan terus berusaha keras dan aku yakin semua usaha kuakan membuahkan hasil yang baik dalam waktu dekat” ..  Jodha: “Aku tak bisa mengerti kenapa dlm mimpiku aku melihat kau membenturkan kepala mu suami ku?” Jalal terus berusaha menenangkan Jodha: ”Ah itu hanya pertanda akan tugas mu Jodha. Spt hal nya kautelah berjuang DI desa penampungan dan berhasil mengembalikan rasa percayarakyat disana kepada ku. Sekarang kau pula yang akan membantu ku memulihkan kepercayaan rakyat di seluruh kerajaan”. Jalal menarik Jodha kepelukannya. Lagu In Aakhon Mei tum terdengar mengalun dengan indahnya. .

Salim telah dirawat dan sedang ditenda berbicara dgn Bhagwan Das, Murad dan Qutub. Bhagwan melaporkan bhw tentara mrk bergurguran dihantam tentara Mirza Hakim yang jumlahnya lebih byk. Ia kuatir mrk akan kalah dlm petermpuran ini. Salim yakin mrk tak akan bisa dikalahkan. Ia akan segera bergabung memimpin perang lagi. Murad menyela pembeicaraan dan berkata: “Kau sedang terluka kakak!”. Salim mengangap hal inisebagai pemacu dirinya utk terus berperang atas nama rakyatnya. Bhagwan Dasbilang ia akan ambik alih memimpin pertempuran sementara ini. Salim memerintahkan salah seorg prajurit mengirim surat ke Jalal.

Jalal dan paramenteri sedang berbicang di ruang sidang ketika seseorg mengantarkan surat dariBhagwan Das. Maan Sing membacanya. Surat itu mengabarkan Salim terluka danmereka membutuhkan bantuan tentara. Jalal kelihatan kaget dan cemas. Ia memerintahkan utk segera bersiap krn ia akan berangkat sendiri kesana.

Di kamarnya Jodha terlihat membantukkan darah lagi.  Moti kaget dan berkata:”Ya Tuhan kau terkena penyakit yang sedang mewabah di desa2 sekarang ini. Aku akan memberitahukan Shahenshah sekrg juga”. . Jodha melarang keras Moti Bai:” Jangan sekali-kali kau beri tahu dia. Aku akan mengobari diriku sendiri dahulu! Ia sdh cukup byk yang hrs dipikirkannya. Ia bertanggung jawab atas seluruh rakyatnya. Belum lagi dia jg sedang mencemaskan Salim yang sedang bertempur. Jika kau beri tahu tentang aku maka  pikirannya akan jadi kacau!” Jodha menarik  tangan Moti ke kepalanya sendiri utk bersumpah tak akan memberi tahu apa pun kepada Jalal.  Moti bersedia dgn syarat Jodha hrs bertemu tabib utk di obati. Jodha menyembunyikan hal ini dari Shahenshah. .


Ruks tiba2 masuk dan tak sengaja mendengar ujung pembicaraan mrk. Dia bertanya apa yang kalian sembunyikan dari Jalal? Jodha berbohong dia bilang ada masalah di desa penampungan sedangkan Jalal sdh terlalu byk pikiran dgn adanya perang ini. Ruqaiya membenarkan Jodha:”Ku akui dahulu ketika melihat mu di desa itu aku sangat iri kepada mu.  tapi sekrg aku bersyukur kpdmu. Berkat kau lah aku memperoleh harga diri ku dihadapan mata Tuhan. Bsk aku jg akan meninggalkan Agra dan menolong rakyat diluar sana.

Jalal telah siapakan berangkat bergabung ke medan perang. Ibu Suri Hamida terlihat mengikatkan tali"jimat" doa dilengan Jalal dan Jalal bertanya: "Ibu kemanakah Jodha? Ia tak pernah sekalipun ia melewatkan kesempatan utk ritual Aarti tiap kali aku akan pergi". . Tak lama kemudian Jodha pun muncul membawa api suci, bunga sejaji dan Tilak. Jodha menorehkan tilak dikening suaminya tercinta. Jodha: “Aku mendoakan agar Jalal kembali dengan selamatsetelah memenangkan peperangan nanti. Wajahnya terlihat pucat dan tangannyalemas ketika ia melakukan ritual Aarti.  Jalal memperhatikan hal ini dan memandangi dgn  wajah kuatir. Tiba2 Jodha lemas dan jatuh pingsan. Dgn cekatan Jalal merangkul Jodha. Semua terkejut. Jalal membelai Jodha dan memanggil namanya: “ Jodha bangunlah buka mata mu Jodha”. Jodha taksadarkan diri dalam pangkuan suaminya. Jalal terlihat amat cemas dan semakin erat memeluk tubuh Jodha yang lunglai. ()

PRECAP - cuplikan episode. 468 Jalal terlihat menangis dan kesal pada dirinya sendiri:"Kenapa Tuhan? Kenapa istri ku tercinta harus mengalami semua hal ini?" Jalal membenturkan kepalanya di pohon dan darah mengalir dikeningnya. Tiba2 penampakan malaikat anak kecil berbaju putih muncul kembali. Malaikat itu menahan benturan kepala Jalal.
Baca Episode Selanjutnya : Sinopsis Jodha Akbar Antv Episode 468


Tags: Jodha Akbar, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Jodha Akbar Antv Episode 467. Please share...!

Blog, Updated at: 14:46