Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Jumat 17 Februari - Episode 158

Posted by

loading...

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Jumat 17 Februari - Episode 158
Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Jumat 17 Februari - Episode 158
Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Jumat 17 Februari - Episode 158. Shiv membimbing Gangaa ke kemarnya. Gangaa berdiri dan berkata akan jalan sendiri. Shiv melepaskan selednang Gangaa yang nayngkut di bajunya. Gangaa melangkah ke tempat tidur sambil meringis menahan sakit. Shiv berkata akan membuatkan ramuan herbal untuknya untuk menghilangkan rasa sakit. Lalu Shiv pergi. Radhika melihat kesakitan yang di derita Gangaa dari balik pintu sambil mennagis.

Roya datang membawa mangkok berisi ramuan herbal dari Shiv dengna pesan agar segera di olekan ke bagian yang sakit. Riya menghmapiri Gangaa. Radhika ikut mendekat namun bersembunyi di belakang pintu. Riya membantu Gangaa duduk dan hendak mengoleskan ramuan itu ke punggungnya. Gnagaa melihat kelebatan Radhika dari sudut matanya dan mendapat ide. Saat riya hendak mengoeksn ramuan, Gangaa menolak. Riya kaget. Gangaa menjelaskan kalau ia hanya mau di obati kalau Radhika yang membantunya. Riya memaksa Gangaa karena ia tahu Gangaa kesakitan. Gangaa tetap menolak dan bersikeras dengan tuntutannya. Radhika mendengar semua itu dan sangat kesal. ia melarikan diri ke kamarnya dan marah-marah.

Tak lama kemudian, Radhika keluar dan berpapasan dengan Riya. Radhika bertanya, apakah Gangaa sudah di obati? Riya menggeleng, "dia mau kau yang mengobatinya.." Radhika terlihattegang. Savitri menjenguk Gangaa dan mengejek punggungnya yang sakit. Gangaa meyakinkan Savitri bahwa meski punggungnya sakit ia tetap akan menyelesaikan pekerjaannya, "aku tak akan merepotkan siapapun..."

Radhika muncul sambil membawa mangkok ramuan herbal. Gangaa menatapnya dengan rasa ingin tahu. Radhika menyuruh gangaa membalikan badan agar dirinya bisa mengoleksn ramuan itu ke punggungnya yang sakit. Savitri melihat itu dengan marah. Gangaa dengan senyum di tahan menatap Radhika. Radhika mengomeli Gangaa dan mengatainya keras kepala. Gangaa tersenyum, "kalau tentang keras kepala..aku ini ibumu.." Radhika meralat, "ibu tiri!" Gangaa mengangguk, "ibu tiri juga gak apa.. gak terlalu buruk!" lalu radhika mengobati punggung Gangaa dnegan ramuan buatan Shiv dan meniupnya, karena ia tahu efek obat itu memeiliki efek terbakar. Savitri dengan dongkol. Savitri meninggalkan Gangaa dan radhika.

 Paginya, Jhumki ngomel-ngomel karena pekerjaanya sangat banyak, "lain kali aku tak akan mau melakukan pekerjaan sebanyak ini." Ashi sedang bersiap di kamarnya. Jhumki datang. Ashi memberitahu Jhumki kalau Gangaa telah mengajarinya cara menyiapkan diri. Jhumki tak suka mendengarnya dan mengejek, "penampilanmu seperti pelayan.." Ashi heran, "aku mempercayai Gangaa dan melakukan apa yang ia katakan.." Ashi jadi cemas dan mulai menangis. Jhumki berjanji akan membantunya berdandan. Asshi senang dan memeluk Jhumki.

Dengan menahan sakit, gangaa mengambil manisan dan melayani para tamu. Savitri menyuruh Gangaa mengambil sesuatu yang lain. Shiv mengawasi semua itu. Calon tunangan Ashi mencarinya. Savitri menyuruh memanggil Ashi. Gangaa pergi untuk mengambil suguhan yang lain. Hiv menanyai Savitri tentang kualifikasi calon suami Ashi. namun Savitri menyuruhnya gak membahas itu dan menyuruh orang memanggil Ashi. Ashi keluar, semua orang kaget melihat dandanannya. Keluarga calon suami Ashi merasa aneh dan gak suka, lalu setelah berbincang-binmcang sedikit, mereka pun pamit pergi.

Seluruh keluarga merasa malu dan terluka. Savitri menegur Ashi karena berdandan dengan buruk. Ashi sedih. Pratab memprotes Ashi yang terlalu banyak bicara. Gangaa coba menenangkan, "mungkin mereka pergi karen ada urusan penting.." Pratab mendapat telpon dan melangkah pergi.

Sampai di luar Pratab mendengar dari anak buahnay kalau kalau Shiv memberi waktu 2 bulan pada orang untuk membayar hutangnya. Pratab memerintahkan anak buahnya untuk memukuli orang itu.

Pratab lalu memberitahu savitri kalau kelurga Ajay, calon suami Ashi menuntut 15 laks dan 10 tola emas untuk mas kawin. Shiv menoilak memberi mas kawin sebanyak itu. Ashi kesal dan sangat ingin segera menikah. Pratab juga berkera sagar keluarganya setuju dengan permintaan Ajay. namun Shiv berkata kalau dirinya gak siap. Ashi memprotes Shiv yang lebih sayang uang dari pada dirinya.

Shiv memberitahu savitri kalau keluarga Ajay telah menunjukan sikapnya kalau mereka gak menyukai Ashi, "tuntutan mereka terhadap mas kawin yang banyak ini menunjukan kalau mereka serakah.." Ashi kesal dan meninggalkan ruangan. gangaa mengikutinya. Shiv meminat savitri agar bicara denga Ashi. Sementara ia mendapat telpon dari Muneen dan pergi untuk mengerjakan urusan penting.

Ashi mennagis dikamarnya. ia merasa malu dan marah. Ashi gak berpikir panjang dan nekad untuk bunuh diri. ia hendak menggantung dirinya di kipa sangin ketika Gangaa datang. Gangaa menghentikan Ashi dan menurunkannya. Ashi sambil menangis mengeluh, "kupikir keluarga akan berpihak padaku, namun sebenarnya mereka gak perduli apakah aku menikah atau tidak.."

Gangaa meyakinkan Ashi kalau keluarga Ajay hanya serakah pada harta mereka dan yakin kalau akan ada banyak lamaran untuk Ashi nanti. Gangaa menasehati Ashi,kalau keluarganya sangat menyayanginya dan memintanya agar gak berusaha bunuh diri lagi. Ashi terdiam. ia lalu menggenggam tangan Gangaa dan memintanya untuk gak memberitahu keluarganya tentang apa yang baru saja terjadi.. Gangaa mengangguk.Baca \Selanjutnya Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Sabtu 18 Februari - Episode 159


loading...
Tags: Gangaa Season 2, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Jumat 17 Februari - Episode 158. Please share...!

Blog, Updated at: 02:28