Blog Informasi Diary tentang Sinopsis film Thapki, Anandhi, Mohabbatein, Gopi, Belahan Jiwa, Lonceng Cinta dan Sinetron Indonesia

loading...

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Rabu 9 November - Episode 57

loading...

Kumpulan Sinopsis Informasi Diary

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Rabu 9 November - Episode 57. Nenek dan Madhvi terheyak mendengarnya. Pulkit bertanya, "apa yang kau katakan?" Supriya berkata kalau itu yang sebenarnya, " Semua orang hanya memikirkan Krishna, krishna, krishna saja. Tak ada yang memikirkan Juhi., Semua orang mengkhawatirkan Krishna dan menelantarkan Juhi. Tak seorangpun yang perduli....." Supriya menagtakan semuanya dan menuding kesalahan semua orang. Pulkit menyuruhnya diam. Tapi Supriya malah menantang. ia meluahkan semua amarahnya lalu pergi sambil mengajak juhi. Semua orang tertegun melihat kelakuannya. Zoya tersenyum geli.

Niru menghampiri Pulkit dan menyentuh pundaknya. ia meminta Pulkit agar tak goyah dengan sikap supriya. Niru menyarankan Pulkit agar bicara pada Supriya, tapi pulkit menolak. Kata Pulkit, "tidak! Kau boleh merasa tenang, tapi aku tak bahagia. karena kebahagianku dan pernikahanku yang menjadi taruhannya.." Pulkit mengeluarkan unek-uneknya. Niru, nenek dan Mahvdi tertegun tegang. Zoya terlihat gembira. Pulkit menghadap nenek dan Mahvdi dan memprotes sikap mereka yang hanya mementingkan Sagar dan kebahagiaanya dan tak perduli pada keluarganya, "hanya Sagar saja. Kehidupan sagar, kebahagiaan Sagar, pernikahan Sagar, dan kau... Sagar anakmu..!"

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Rabu 9 November - Episode 57
Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Rabu 9 November - Episode 57
Pulkit menuding mahdvi. Mahvdi tertunduk. nenek coba menjernihkan masalah, tapi Pulkit melarangnya bicara. ia bersikeras menjatuhkan semua kesalahan ada keluarganya yang pilih kasih. Pulkit berkata bahwa dirinya tak lagi merasakan memiliki hubungan dengan mereka. Setelah mengatakan semuanya, Pulkit bergegas pergi denan membawa kemarahannya. Mahdvi berlari mengejarnya. Tapi pulkit tak mengubrisnya. Semua terlihat tegang. Nenek geleng-geleng kepala. Niru dan Mahdvi sangat tegang. Zoya menyerigai puas. ia berpikir untuk membuat suasana semakin memanas dan merusak segalanya, hubungan Pulkit Supriya, ataupaun Sagar dan Gangaa. Dan sekarang ia harus pergi untuk mengurus gangaa...

Gangaa sedang menambahkan minya ke dalam diya hingg api kembali menyala dengan besar. Wajah Gangaa terlihat cemas. Krishna yang mengintipnya dari balik pintu tertawa ngikik melihat kelakuan mamanya. Gangaa menatap diya dengan harap-harap cemas sambil mengingat kata-kata Krishna.

Pulkit dan SUpriya bertengkar hebat di kamar. Pulkit menegur Supriya karena marah-marah hanya karena anting . SUpriya balas menegur pulkit karena menganggap remeh hal itu. ia merasa tak di perhatikan dan terabaikan. Karena semua orang hanya memikirkan Krishna dan melupakan Juhi anaknya. Supriya mempertanyakan apa karena Juhi bukan anak kandung mereka.. lalu datang Niru, "tidak seperti itu Supriya..." Niru menghampiri Pulkit dan USpriya. Supriya membuang muka dengan tegang.

Niru menunjukan kota perhiasan di tanganya, "aku telah memdapatkan satu set anting-anting yangs ama, tapi tak bisa memberikannya padamu karena kau angat marah..." Pulkit dan Supriya menatap Niru. Niru tersenyum. ia merasa bersalah dan meminta maaf jika Pulkit dan Supriya merasa di terlantarkan oleh dirinya atau pun Mahdvi. Niru menjelaskan kalau ia dan Mahvdi tak berniat melakukan itu, "bagi kami, kalian adalah sama, anak-anak kami. Kasih sayang kau pada Sagar sama dengan padamu Pulkit. Dan kami juga menyayangi Juhi seperi kami menyayangi Krishna..." Niru meminta agar Supriya dan Pulkit tak berpikir kalau mereka pilih kasih dan lebih mementingkan Sagar, "karena itu tak benar.." Supriya dna Pulkit tertunduk dengan perasaan bersalah.

Krishna sedang melangkah kedalam, Zoya sedang duduk main hp ketika bel pintu berbunyi. Gangaa terlihat berlari kearah pintu untuk membukakannya. Krishan dan ZOya menunggu dengan rasa ingin tahu. Sampai di depan pintu gangaa menenangkan diri dulu. Wajahnya terlihat berseri-seri dan senyum tersungging di pipinya. lalu sambil tersenyum manis ia membuka pintu. Ternyata yang datang adalah wanita tetangga. Gangaa terlihat kecewa, "anda.." Si wanita menyapa, "kenapa apakah kau sedang menunggu seseorang?" Gangaa menyangkal, "tidak.."

Zoya dan Krishan mengintip keluar. Gangaa menanyakan kabar waniat itu, "anda apa kabar?" si waniat menajwab, "aku baik-baik saja. AKu datang untuk mengucapkan selamat diwali.." lalu ia memeluk Gangaa. Gangaa menyuruhnya masuk dan membeirkan hadiah. gangaa menyuruh wanita itu duduk, tapi ia buru-buru pamit pulang. Gangaa tak coba mencegahnya. gangaa mengantar wanita itu dan menutup pintu dengan wajah kecewa.

lalu Gangaa, Zoya dan Krishna mennyalakan Diya dan meletakannya di setiap sudaut rumah, mereka bertiga ada di luar rumah. Sesekali Gangaa menatap kejalan menunggu kedatangan Sagar. Gangaa menatap tetangga-tetangganya yang asyik bercengkerama bersama keluarga, menyalakan petasan dan berbagi kegembiraan. Sementara dirinya menunggu dengan tak tenang. Gangaa bicara dalam hati tentang perasaanya dan karena sagar telah membuat dirinya menunggu. Krishna melirik gangaa dengan seulas senyum geli. Lalu muncul Sagar. Krishan segera berlari memeluknya, "papa....!" Gangaa tertegun binggung. Tak tahu harus bagaimana. menyambjutnya atau tidak. lalu ia pura-pura tak perduli.


Sagar memeluk Krishna dengan erat dan mencium rambutnya. Gangaa menatap keduanya dengan seulas senyum tipis. Tapi saat Sagar dan menoleh kearahnya, Gangaa membuang senyumnya. Wajahnya terlihat tegang. Sagar membungkuk dan menanyakan gangaa pada Krishna. Krishna memberitahu Sagar kalau Gangaa menunggunya dari tadi, "mama juga bertanya kapan papa datang, aku jawab tak tahu.." lalu mengambilkan tas kertas dan memberikannhya pada Krishna, "ini..petasan, pergilah bermain. AKu akan menyusulmu.." Tanpa di suruh dua kali, Krishna segera berlari dengan gembira sambil menenteng satu tas petasan. Gangaa berteriak menyuruh Krishan hati-hati.

Lalu Gangaa menatap Sagar dengan canggung. Zoya melirik keduanya dengan tatapan penuh selidik. Kahsish datang. Sagar mengambil satu lagi tas kertas dan melangkah kearah Gangaa. Gangaa menunggu dengan antisipasi. tapi ternyata Sagar hanay melewatinya saja, dan berjalam kearah Kashish. Sagar membeirkan tas kertas berisi manisan itu pada Kasish dan mengucapkan selamat Diwali padanya. Keduanya berpelkan. Gangaa menatap keduanya dengan sebal dan kecewa. Sagar menggoda Gangaa dengan perantara Kashish. Kahsish yang tahu itu hanya tertawa. Sagar melirik Gangaa dengan seulas senyum. Gangaa membuang muka.

Tak lama kemudian, Gangaa terlihat berdiri bersama Sagar dan Krishan meski sedikit berjauhan. Krishna menggandeng tangan Sagar. Mereka menghidupkan petasan. Sagar dan Krishna bersekutu mengejek Gangaa. Keduanya tersenyum geli melihat wajah kesal Gangaa. Gangaa tak terima di ejek dan membalas. Sagar menantangnya untuk menyalakan kembang api. Gangaa yang tak suka di sepelekan, menerima tantangan Sagar. ia mengambil kembang api dan menyalakannya. Kembang api mancur itu menyala dengan indah menerangi suasana malam di sekelilingnya. Gangaa balas mengejek Sagar. lalu keduanya terlibat adu mulut yang romantis dan menyenangkan. Krishan yang melihat itu tersenyum geli. Krishan berdoa pada dewata agar kedua orang tuanya bisa berteman lagi. Lalu Krishan teringat diya dalam rumah. ia takut diya mati. Tanpa pamit, ia berlari kedalam rumah. Zoya melihat itu dan diam-diam mengikutinya dnegan rasa ingin tahu.

Nyala Diya bergerak-gerak. Krishna segera menghalangi tiupan dari kedua sisi diya dengan tanganya. Zoya yang membuntuti Krishan bersembunyi di belakang pintu sambil melihat apa yang di lakukan Krishna. Zoya melihat perlakuan khusus Krishna pad Diya itu. ia merasa penasaran. Saat krishna pergi ke belakang Zoya bertanya-tanya, "diya itu sangat spesial bagi Krishna... apa sebenarnya?" lalu Krishna datang sambil membawa teko berisi minyak. Krishna menambahkan minya ke mangkok diya. Lalu ia berkata kalau diirnya akan menjaga diya itu tetap menyala karena diya itu adalah kehidupan ayah dan ibunya dan ia ingin merek aberteman lagi.  Zoya mendengar perkataan Krishna. Krishna lalu berdia pada dewi Lakshmi dan Kanha ji. Zoya mengawasi Krishna dnegan tatapan jahat. baca Selanjutnya Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Kamis 10 November - Episode 58
Update Sinopsis di Facebook | Kumpulan Sinopsis Anak Jalanan | Sinopsis Anugerah Cinta | Sinopsis Khushi | Sinopsis Bunga Yang Terluka | Sinopsis Gopi Antv | Sinopsis Lonceng Cinta | Sinopsis Mohabbatein | Sinopsis Thapki
loading...
Labels: Gangaa, Gangaa Season 2, Sinopsis

Thanks for reading Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Rabu 9 November - Episode 57. Please share...!

0 Comment for "Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Rabu 9 November - Episode 57"

Back To Top