Blog Informasi Diary tentang Sinopsis film Thapki, Anandhi, Mohabbatein, Gopi, Belahan Jiwa, Lonceng Cinta dan Sinetron Indonesia

loading...

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Minggu 13 November - Episode 61

loading...

Kumpulan Sinopsis Informasi Diary

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Minggu 13 November - Episode 61. Sagar berhasil menjatuhkan satpam ke tanah. Melihat itu, Gangaa cepat-cepat meraih senapan di tanah. Begitu Sagar berbalik dan berada di hadapannya, Gangaa segera menodongkan senapa itu padanya sambil berkata, "segalanya sudah berakhir. Mundur atau aku akan menembakmu!" Sagar terkesima kaget. Begitu pula nenek. Nenek berteriak, "hai gadis, hentikan! Apakah kamu sudah gila? ia itu suamimu!" Sagar ikut menegur Gangaa, "Gangaa, kamu gila apa? Senapan itu ada pelurunya. Buang jauh-jauh senapan itu Gangaa!"

Gangaa tak mengubrisnya. ia tetap menodongkan senapan di depan hidung Sagar dan menyuruhnya pergi atau ia akan menembak. Sagar coba membujuk Gangaa agar membuang senapan itu. Tapi Gangaa menolak. ia berkeras menyuruh Sagar atau ia akan menembaknya. Sagar memohon agar Gangaa mau mendengar kata-kaatanya. Gangaa tetap keras kepala. ia bahkan membenatka Sagar, "Sagar, tolonglah!..." Lalu Sagar meraih senapan di tangan Gangaa. Terjadi perebutan senapan diantara keduanya. Zoya menyerigai gembira melihat semua itu.

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Minggu 13 November - Episode 61
Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Minggu 13 November - Episode 61
Rebutan senapan masih berlangusng. Terjadi tarik menarik. Sagar memohon agar Gangaa melepaskannya. Sementara Gangaa berusaha mempertahankan agar senapan itu tetap erat di tanganya. Lalu puncak dari semuanya, tanpa sadar Gangaa menarik pelatuk dan senapan itu meletus. Sagar terlontak kebelakang. Semua orang kaget. Nenek menjerit sambil menutup telinganya. Sagar memegangi samping kepalanya dengan bingung. ia menatap tembol yang terkena lontaran peluru senapan. Semua orang menaatapnya dnegan cemas. Begitu pula Gangaa, ia terlihat sangat shock. Sagar menatapnya dengan tatapan tak percaya. Nenek menghambur kearah Sagar dan memeluknya ketakutan. Nenek memeriksa kondisi cucunya sambil menatap Gangaa dengan tatapan tak percaya juga. Gangaa menatap senapan di tanganya dan membuangnya ke tanah. Sagar menepis pelukan nenek dengan halus.

Sagar melangkah mendekati Gangaa. Gangaa pun melangkah maju untuk menyambutnya dengan ragu-ragu. Wajahnya di penuhi rasa sesal. Kata Gangaa dengan terbata-bata, "Sagar, aku tak melakukan itu dengan sengaja...aku..." Sagar bertanya, "apa kamu pikir kamu bisa menghentikan aku dengan tembakan itu? Hem? Lakukan apa  yang ingin kamu lakukan. Tapi aku tak akan pergi tanpa bertemu Krishna. kamu tak mau bersamaku kan? AKu juga tak mau bersamamu!" Sagar hendak melangkah. Gangaa coba mengatakan sesuatu, "Sagar aku..." Gangaa menunjuk wajah Gangaa sambil membenatkanya, "Diam! Diam!!" Gangaa tersentak di bentak begitu. Sagar menatap Gangaa dengan penuh kemarahan. Zoya menatap keduanya dengan airmuka gembira. Nenek tertunduk prihati.

Sagar berkata, "aku telah setuju dan menerima semua keinginanmu, menyalahkan diri sendiri, dan menanggung perilaku kasarmu dengan harapan suatu hari kamu akan tenang. Tapi aku salah. kamu tak mau melangkah maju dan terus berkutat dengan masa lalu. Karena ego adalah segalanya bagimu. Dan hanya berpikir bahwa aku telah mempertanyakan karaktermu maka tak bisa di maafkan. Oh tuhan..! Bahkan setelah kamu tahu, bahwa aku tak ingat apapun, kamu tak akan memaafkan karena egomu..."

Gangaa menjelaskan pada Sagar kalau ia tak bermaksud menembaknya. Sagar tak mau mendengar, "Gangaa cukup! Mungkin kamu bisa menghentikan aku. Baiklah! Tapi sekarang aku akan mendapatkan izin secara hukum dan membawanya dari sini. Karena ia anakku dan aku punya klaim penuh atas dirinya. Dan aku akan mengambilnya! kamu ingat tentang kasus di pengadilan? Aku telah memutuskan untuk merebut Krishna secara hukum dan membawanya pergi darimu, Gangaa Sukla!" Gangaa terlihat gusar dan ketakutan.

Lalu Sagar menghampiri nenek dan memeluknya, "nenek, apakah kamu baik-baiks aja?" Sagar lalu memeluk nenek, "maafkan aku nek, karena membeirmu harapan yang tak akan pernah sukses. Ayo kita pulang...!" Gangaa menatap cucuk dan nenek itu dengan penuh penyesalan. Nenek tak mampu berkata-kata. ia hanya bisa menganggulk. ia sempat menatap gangaa dengan tatapan menuduh di bakik airmatanya sebelum sagar menggandengnya pergi. Gangaa berteiak memanggil Saga dan membeirtahunya kalau dirinya tdiak melakukan itu dengan sengaja. Tapi Sagar dan nenek tak mau mengubrisnya. Gangaa coba mengejar Sagar dan nenek, tapi Zoya memegangi tanganya dan menyuruhnya tenang. Gangaa ingin menjelaskan pada Sagar kalau ia tak sengaja. tapi Zoya menariknya masuk kedalam rumah. Drama itu di saksikan oleh banyak orang.


Di rumah Chaturvedi. Niru dan Mahdvi sednag menyiapkan penyambutan untuk Gangaa. Mereka berdiri dengan piring arti di depan pintu. Angin yang berhembus membuat nyaala diya bergoyang. Niru dan Mahdvi menghalangi hembusan angin dengan tanganya. Niru sambil tersenyum berkata, "aku tak akan membiarkan kebahagian ini terhambat.." Madvi setuju, "setelah sekian lama, akhirnya keluarga kita akan lengkap sekarang. Anak-anak akan membuat rumah menjadi ceria. Anaka Sagar dan Gangaa, anak Pulkit dan Supriya... merek aakam membuat menghidupkan suasana di rumah. Dan kita akan jadi kakek dan nenek.." Tapi tiba-tiba pintu terbuka dan angin berhembus kencang mematikan diya yang di nyalakan Madhvi untuk kepulangan Gangaa. Nmahdvi dan Niru saling pandang dengan cemas. lalu mereka menatap pintu yang terbuka dengan kening berkerut.

Lalu Sagar masuk. Tanpa basa basi, dan wajah penuh kemarahan, ia melewati Niru dan Mahdvi dan bergegas naik ke lantai atas. Mahdvi memanggilnya, tapi Sagar tak memberi respon. lalu nenek masuk ekdalam rumah sambil menangis. Niru bergegas menghampirinya dengan cemas dan heran, "amma ji? Ada apa amma ji? kenapa dengan Sagar?" Mahdvi juga bertanya, "Krishna dan Gangaa mana amma ji?" Nenek menatap Mahdvi dengan garang dan memeperingatnya, "jangan pernah menyebutkan nama Gangaa di dalam rumah ini lagi!" Mahdvi dan Niru terperanjat kaget. Mereka menatap nenek dengan rasa ingin tahu. Tanpa di minta nenek menceritakan apa yang sudah terjadi, "Gangaa sudah melewati batas kali ini! Dan sekarang kitatidak boleh tinggal diam.... aku pergi kesana dengan harapan besar, ingin melihat cucu ku bahagia, tapi yang ku dapatkan hanya pelecehan, kekecewaaan dan ketakutan...."

Niru menghampiri nenek, "tidak amma ji, pasti ada alasan mengapa gangaa melakukan ini. Karena ia tak seperti ini..." Nenek memotong perkataan Niru, "apa aku berohong Niru?" Niru menyangkal berkata demikian, hanya saja ia tak bisa percaya kalau Gangaa bisa melakukan itu. Nenek menegaskan bahwa itulah yang telah terjadi, "itu hanya drama egois biasa yang selalu ia lakukan sepanjang waktu..." lalu tanpa berkata apa-apa, nenek  buru-buru pergi ke kamarnya. Mahvdi dan Niru saling pandang dengan tegang.

Dalam rumah, Gangaa duduk di sofa dengan gemetar. Zoya mengambilkan air untuknya dan menyuruhnya minum, "Gangaa kamu terlihat gemetar, ini minum dulu.. biar kamu tenang..." Gangaa mengambil gelas yang di sodorkan Zoya. kata Zoya, "pelan-pelan.." Sambil menangis Gangaa meminum air itu. Selesai minum Dengan penuh penyesalan Gangaa berkata, "suara tembakan itu masih bergema di telingaku, bagaimana kalau tembakan itu membunuh sagar?" Zoya menenangkan Gangaa, "aku tahu, Gangaa. Itu sebuah kecelakaan. Lupakan apa yang sudah terjadi. Fokus apa yang ada di depan, karena ia tak terluka.." Zoya mengatakan kalau selama ini Sagar berniat mengambil Krishna secara tak langsung, kini Sagar secara tak langsung telah memperingatkan dirinya, "hanya tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di depan.." Baca  Selanjutnya Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Senin 14 November - Episode 62
Update Sinopsis di Facebook | Kumpulan Sinopsis Anak Jalanan | Sinopsis Anugerah Cinta | Sinopsis Khushi | Sinopsis Bunga Yang Terluka | Sinopsis Gopi Antv | Sinopsis Lonceng Cinta | Sinopsis Mohabbatein | Sinopsis Thapki
loading...
Labels: Gangaa, Gangaa Season 2, Sinopsis

Thanks for reading Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Minggu 13 November - Episode 61. Please share...!

Back To Top