Blog Informasi Diary tentang Sinopsis film Thapki, Anandhi, Mohabbatein, Gopi, Belahan Jiwa, Lonceng Cinta dan Sinetron Indonesia

loading...

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Kamis 17 November - Episode 65

loading...

Kumpulan Sinopsis Informasi Diary

Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Kamis 17 November - Episode 65. Dengan tergopoh-gopoh nenek menemui Sagar di kamarnya. Sagar berdiri menyambutnya, "nenek ada ada apa?" Tubuh nenek gementar, ia benar-benar sangat tegang. Nenek menyuruh Sagar pergi menenui Krishna. Nenek mengingatkan Sagar tentang apayang di katakan hakim, bahwa Krishna sendiri yang akan memilih, "pergilah sekarang juga..." Sagar bingung, "tapi untuk apa?" nenek menyahut, "agar ia menyebut namamu...sebelum Gangaa mengalihkan perhatiannya dan menyuruhnya menyebut namanya. Pergilah sekarang, suruh ia memilih dirimu! Kita tak boleh kehilangan Krishna.." Sagar menenagkan nenek, "aku tak perlu melakukan apapun.." Sagar menyuruh nenek duduk. Dan coba menenangkannya. ia memberinya air minum dan menjelaskan padanya supaya tak terlalu memikirkan hal itu, "Krishna pasti akan memilih aku, apakah nenek percaya? Aku cucu kesayanganmu kan, Sagar?" nenek menganguk. Sagar menenangkan nenek, "..tak lama lagi Krishna akan tinggal bersama kita.." Nenek mengangguk. Sagar mengantarkan nenek kembali ke kamarnya.

Gangaa sedang melipat pakaian sementara Krishna sedang bermain game watch. Sambil melipat baju, Gangaa teringat perkataan Zoya di pengadilan, bahwa ia tdiak tahu apa-apa. Juga tentang pernyataan hakim bahwa hanay Krishna yang berhak memutuskan dengan siapa dai mau tinggal. Gangaa melirik Krishna yang sedang main gameboy dengan gembira. Gangaa mengambil baju yang selesai ia lipat dan menyimpannya dalam lemari. Gangaa memanggil Krishna, "Krishna...Krishna...!" Krishna tdiak menyahut, ia asyik dengan permainannya. Gangaa berkata, "Krishna aku ingin mengatakan sesuatu..."


Krishan menghentikan permainannha dan menatap Gangaa, "katakanlah!" Gangaa duduk di tepi tepat tidur dan memberitahu Krishan kalau besok ia tdiake perlu kesekolah. Krishna terlonjak gembira, "yeay..." ia memeluk Gangaa, "libur?" Gangaa menyahut, "bukan libur, Krishna. Besok kau harus ke pengadilan.." Krishna bertanya, "aku ke pengadilan? kenapa?"  Gangaa membeirtahu Krishna kalau hakim ingin menayakan sesuatu dan ia harus menjawabnya. Krishna bertanya, "bertanya apa?" Jawab Gangaa, "tentang ayah dan ibumu... kau bisa mengatakan apapun yang kau inginkan... aku tak pelru membertahumu" Krishna tak begitu jelas, ia bertanya, "tapi mama..." Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Gangaa menyuruh Krishna tidur. Krishna berbaring. Gangaa menyelimuti tubuhnya lalu peri keluar setelah mengucapkan selamat malam dan mencium keningnya. Sambil keluar, Gangaa mematikan lampu.

Gangaa lalu keluar dan membukakan pintu. DI depan pintu berdiri Zoya. Gangaa menatapnay dengan dingin. Zoya berkata, "Gangaa, aku benar-benar minta maaf. AKu melakukan itu karena Sagar...." Gangaa tak mau mendengar, ia menutup pintu di depan muka Zoya dan menguncinya. Zoya menggedor daun pintu sambil berkata kalau dirinya melkukan itu karena ia ancam Sagar, bahw Sagar mengancam akan membunuhnya. Zoya minta maaf. Tapi Gangaa tak mengubrisnya. ia mendengar kata-kata Zoya, dan terlihat berpikir keras. Lalu ia masuk ke kamar dan meninggalkamn Zoya di depan pintu begitu saja.

Capek berteriak dan mengedor pintu, tapi tak di perdulikan oleh Gangaa, Zoya jkado kesal dan frustasi. Wajahnya terlihat tegangs esaat, tapi kemudian senyum jahat tersungging di bibirnya, "aku pikir aku bisa menanganinya. tapi kalau pun tidak, aku tak perduli. AKu telah cukup memanipulasi sebanyak yang ku perlukan dan menghasut kedua belah pihak... dan sekarang kita akan mendengar apa keputusan pengadilan..

Krishna sedang bermain lego ketika ber pintu berdering. Krishna menghentikan permainannya dan pergi membuka pintu. Krishan melihat Niru berdiri di depan pintu sambil tersenyum. Sapa Krishna, "tuan anda?" Niru mennayakan kabar Krishna. Krishna menjawab kalau dirinya baik-baik saja. Niru menyerahkan paper bag yang id bawanya pada Krishna. Krishna senang melihatnya dan masuk kedalam di ikuti Niru. Krishan kembali dudu ke tempatnay semula sementara Niru duduk di kursi yang ada di sampingnya. Krishna membuka paper bag dan mengeluarkan sekotak coklat dan tersenyum senang "coklat?" Niru mengangguk. Tapi kemudian senyum di bibir Krishna hilang, "babu, aku tak boleh makan coklat di hari kerja.." Niru bertanya, "kau tak boleh makan coklat hari ini?" Krishan mengangguk. Niru bertanya lagi, "siapa yang melarang?" Krishna menyahut, "mama....."

Niru merasa tertarik. ia bertanya lagi, "apakah kau menuruti semua yang mama katakan?" Krishna mengangguk, "ya. aku mengikuti semua peraturan mama. Bahkan jika mama tak ada. Terlalu banyak makan coklat tak sehat... benarkan?" Niru mengangguk, "jadi nak, apakah kau tahu mengapa kau tak sekolah hari ini?" Krishna menjawab kalau Gangaa memberitahunay kalau dirinya harus ke pengadilan karena hakim ingin bertanya sesuatu dan ia harus menjawabnya. Niru bertanya, "apakah mama memberitahumu pertanyaan apa itu?" Krishna menggeleng. Niru menghela nafas, "aku tahu Gangaa akan menjunjung tinggi integritasnya.

Niru memberitahu Krishna kenapa ia di panggil ke pengadilan, "karena hakim tahu kau ingin tinggal dengan siapa, dengan mama atau dengan papa.." Krishan berkata kalau ia ingin tiggal bersama keduanya. Niru mengangguk, "aku tahu nak. Aku juga inginkan itu. Tapi kau harus hati-hati dalam memutuskan apapun itu..." Lalu Niru menggunakan perumpaan lego untuk menjelaskan pada Krishna tentang bertapa pentingnya keputusannya, "sekali kau membuat langkah yang salah, maka segalanya akan hancur, Tapi kalau kau memutuskannya hati-hati..semua akan baik-baik saja.." Niru meletakan satu balok lego di atas bangunan lego yang telahd i buat Krishna dan tak terjadi apa-apa. Niru meminta Krishna mencari jalan untuk memenuhi harapannya.


Krishna bertanya, "bagaiamna itu mungkin? Bagaimana kalau aku memilih keduanya?" Niru berkata kalau dirinya tak bisa mengatakan itu dan bahwa Krishna yang harus memutuskannya sendiri, "kau sudah tumbuh dewsa dan cerdas seperti mamamu. Maka kau harus memilih keputusan yang bagus.." Lalu Niru pamit, ia berpesan supaya memberitahu Gangaa kalau ia datang. Niru keluar sendiri. Krishna sangattegang. DI amengambil satu balok dari bagunan legonya dengan hati-hati, tapi begitu balok ia ambil, seluruh bangunan lego itu roboh bernatakan. Krishna kaget.

Gangaa dan Krishan tiba di kantor pengadilan dengan mengendarai bajaj. Saat turun dari bajaj, Krishna membeiritahu Gangaa tentang apa yang di beritahukan Niru padanya, "kata babau aku harus memilih apakah aku harus tinggal dengan papa ataukan dengan mama..." Gangaa kaget. Krishna meminta Gangaa mengatakan sesuatu, "katakan mama, apa yang harus aku lakukan? AKu menginginkan kalian berdua.." Gangaa menatap Krishna dan coba menatap perasaannya. lalud ia membungkuk di depan Krishna dan menasehatinya, "kau harus mengikuti kata hatimu sendiri karena hati tak pernah salah.."  Gangaa menyuruh Krishna menyentuh hatinya dan coba untuk mendengar apa yang hatinay katakan. Krishna menurut. Gangaa mencium kening Krishna dan berkata akan membayar ongkos bajaj dulu.

Sagar muncul di depan pointu pengadilan dan sedang bicara di telpon. Krishna melihat Sagar. Sambil tertawa ia memanggilnya, "papa..." Sagar menoleh. Krishna berlari menghambur dan memeluk Sagar. Sagar dan Krishna saling berpelukan. Gangaa menatap keduanya dengan tatapan ragu. Apalagi saat ia melihat keduanya saling bercakap-cakap dengan akrab. Sagar dan Gangaa juga menatap kearah Gangaa. Tapi Gangaa berdiri mematung di tempatnya seolah memberi mereka kesempatan untuk bicara. Krishna seperti menanyakans esuatu pada Sagar. Sagar membungkuk untuk menjelaskan sesuatu. Tak lama kemudian Gangaa menghampiri mereka dan menarik tangan Krishna untuk masuk ke pengadilan. Sagar menatap kepergian keduanya dengan wajah tegang. Sebelum memasuki pintu Krishan menyempatkan diri untuk menengok kearah Sagar.

Persidangan sedang berlangsung. Krishna berdiri di atas mimbar dengan wajah tegang dan gugup. Kedua belah pihak menatapnya dengan penuh harap. krishna menatap Sagar dan Gangaa bergantian. Hakim menanyai Krishna, "Nak Krishna, jangan takut. Katakan padaku dengan siapa kau ingin tinggal. Dengan mami mu? Atau dengan papamu?" Krishan menatap Gangaa. Gangaa mengangguk dan tersenyum penuh harap. Lalu Krishna menatap Sagar. Sagar balas menatapnya dnegan tegang. Gangaa melihat itu. ia menoleh kearah Krishna dan Sagar bergatian. Semua menunggu dengan tegang. Begitu pula Zoya. Baca Selanjutnya Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Jumat 18 November - Episode 66
Update Sinopsis di Facebook | Kumpulan Sinopsis Anak Jalanan | Sinopsis Anugerah Cinta | Sinopsis Khushi | Sinopsis Bunga Yang Terluka | Sinopsis Gopi Antv | Sinopsis Lonceng Cinta | Sinopsis Mohabbatein | Sinopsis Thapki
loading...
Labels: Gangaa, Gangaa Season 2, Sinopsis

Thanks for reading Sinopsis Gangaa Season 2 Sctv Kamis 17 November - Episode 65. Please share...!

Back To Top