Sinopsis Veera Antv Kamis 25 Agustus 2016 - Episode 222

Posted by

Sinopsis Veera Antv Kamis 25 Agustus 2016 - Episode 222. Veera akhirnya menemui Baldev di tempatnya yang baru, Baldev bertanya pada Veera “Apakah kau tahu apa yang harus kau lakukan ?” Veera teringat pada ucapan Baldev dan meminta maaf pada suaminya itu “Baldev, aku minta maaf atas semua kesalahanku, aku harap kau mau kembali ke rumah” Baldev langsung menyuruh Kohli untuk pergi meninggalkan mereka berdua “Apakah kau sudah sadar, Veera ? Aku juga selalu mengatakan hal ini kalau kau telah membuat sebuah kesalahan dengan menentang aku di pemilihan calon kepala desa” ujar Baldev geram “Apakah kau melakukan seperti apa yang kata hatimu katakan ? Karena aku datang kesini gak hanya meminta maaf karena aku merasa menyesal pada apa yang aku lakukan atau aku merasa telah melakukan hal yang salah, aku gak menentang kau tetapi aku melakukan tugasku untuk desa kita ini, apakah kau mengatakan padaku kalau kau akan mengikuti pemilihan calon kepala desa itu ? gak kan ? kau itu suamiku jadi kau punya hak untuk melakukan apapun” jelas Veera
Sinopsis Veera Antv Kamis 25 Agustus 2016 - Episode 222
Sinopsis Veera Antv Kamis 25 Agustus 2016 - Episode 222
“Aku hanya ingin membuktikan pada diriku sendiri untuk menjadi seorang istri yang baik, seharusnya aku selalu patuh padamu meskipun jika kau melakukan kesalahan, tetapi buatku seorang istri yang baik adalah seseorang yang seharusnya bisa menunjukkan jalan yang benar untuk suaminya, kau pasti gak akan mengerti tentang hal ini karena kau hanya mengandalkan egomu saja” Baldev langsung menyela “Lalu buat apa kau datang kesini ? Untuk mengatakan semua ini ?” Veera menggeleng “Tidak, aku datang kesini sebagai seorang menantu yang peduli pada ibu mertuanya yang sakit”, “Apa ?” Baldev kaget “Iyaa, ibumu sedang sakit saat ini, Baldev,jadi aku datang kesini untuk meminta maaf padamu dan melihat bagaimana keadaanmu, pulanglah ke rumah demi ibu kandungmu” pinta Veera


“Aku melakukan seperti yang kau katakan, sekarang aku hanya bisa berharap apa yang akan kau lakukan” dalam hati Baldev berkata “Dia memang gak peduli kalau aku berada jauh darinya” bathin Baldev, Veera juga berkata dalam hati “Dia telah menghina aku didepan orang banyak” bathin Veera sambil menatap kearah Baldev, suara hati mereka yang berbicara “Veera harus berlutut di depanku !” bathin Baldev kesal

Sementara itu Gunjan merasa kepalanya pusing dan menjatuhkan sisir yang dipegangnya “Gunjan, apakah kau baik baik saja ?” tanya Ranvi cemas sambil mendudukkan Gunjan “Aku baik baik saja Ranvi, aku merasa aneh saja beberapa hari ini, aku akan ke dokter besok pagi”, “Tidak usah besok pagi, kita pergi ke dokternya sekarang saja” pinta Ranvi “Baiklah aku akan ke dokter”, “Aku akan ikut denganmu” ujar Ranvi “Bukankah kau ada jadwal rekaman ?”, “Aku akan menundanya, ini sudah menjadi tugasku, aku harus merawat dirimu” Ranvi berusaha meyakinkan Gunjan “Tapi Ranvi, nanti akan ada masalah besar kalau kau menunda jadwal rekamanmu, sudahlah lebih baik kau pergi rekaman saja, biar aku pergi sendirian, aku gak apa apa”, “Baiklah tetapi katakan padaku apa yang dokter katakan nanti, jangan lupa telfon aku ya” Ranvi kemudian menyuruh Gunjan beristirahat dan Ranvi mulai memijat kakinya

Di rumah Balwant, Manjeet sedang ngobrol dengan Balwant “Balwant, kenapa kau selalu saja membela Veera ? Lihat hasilnya sekarang”, “Veera gak pernah pergi keluar malam malam, mungkin ia sedang ada masalah saat ini” gak lama kemudian Veera pulang “Ooh Tuhan, terima kasih, Veera ternyata baik baik saja” ujar Balwant lega “Apa yang terjadi padamu, Veera ?” tanya Manjeet culas, saat itu mereka melihat Baldev masuk ke dalam rumah, Manjeet dan Bansuri tersenyum senang “Berani benar kau datang ke rumah ini ? Pergi kau dari sini !” bentak Balwant, Veera mencoba mencegah Baldev yang hendak keluar lagi

“Bansuri akan baik baik saja sekarang karena Baldev sudah pulang” sela Manjeet “Iyaaa, ibu akan menyuapi kau makanan Baldev dengan tangan ibu sendiri” ujar Bansuri senang “Aku datang pertama kali ke rumah ini setelah aku menjadi kepala desa, seharusnya Veera menyambutku dengan aarti seperti yang biasanya dilakukan oleh ibu pada ayah” Manjeet langsung menyela ucapan Baldev “Baldev benar”, “Tidak ada sambutan piring aarti buat kau !” Balwant kembali membentak Baldev, mereka berdua pun bertengkar, Baldev bahkan menghina Veera di depan ayahnya “Aku akan mengambil nampan aarti” Veera bergegas mengambilnya lalu melakukan penyambutan aarti untuk suaminya ini lalu tiba tiba listrik mati “Aku akan mengecek sekring listrik” ujar Balwant, kemudian pergi dari sana diikuti oleh Manjeet dan Bansuri 

“Veera, kau harus melakukan aarti ini untukku”, “Iya, aku memang seharusnya menunjukkan jalan yang benar pada orang yang salah” sindir Veera “Maksudmu, kau gak peduli dengan apa yang aku lakukan ?” Veera mengangguk “Iyaaa !” Baldev segera memegang dupattanya Veera dan menghentikannya “Aku akan melihat apakah hal ini akan berimbas padamu atau gak ?” Baldev kemudian membakar dupatta Veera “Baldev, apa yang kau lakukan”, “Aku merasa senang kalau melihat wajahmu yang ketakutan” Baldev lalu membentak Veera “Apakah kau kira aku takut padamu ? Iya aku takut padamu, kau telah melakukan kesalahan, Baldev,aku ada disini karena kamu, gak ada alasan yang lain, kau gak bisa membuat aku tunduk dengan cara seperti ini, Baldev !” ujar Veera lantang

“Api ini gak akan padam sampai kau memohon padaku, Veera” ejek Baldev “Kalau begitu biarkan aku mati ! Aku akan melihat kebencianmu sekarang !” bentak Veera, Baldev akhirnya mematikan api itu dan melemparkan dupatta itu ke Veera, tepat pada saat itu listrik menyala dan semua orang datang menghampiri mereka, Baldev segera pergi dari sana, sedangkan Veera menyembunyikan dupattanya yang terbakar, airmatanya berlinang, Veera segera pergi ke dapur dan membuang dupatta itu

Sementara itu Bansuri menghampiri Veera dan berkata “Aku yakin kalau kau telah menerima kesalahanmu dan memohon ampun pada putraku”, “Aku gak melakukan hal itu, aku melakukan hal ini untuk ibu, jadi lebih baik ibu menghentikan drama palsu ibu yang pura pura sakit karena ayah sangat mencemaskan ibu” Bansuri langsung menyalahkan Veera untuk semua kejadian ini, Balwant datang dan bertanya “Semua yang terjadi ini karena kamu, Bansuri !” Manjeet menyela “Tidak bukan begitu, Balwant,Bansuri hanya berterima kasih pada Veera karena anaknya sudah pulang karena dia” kemudian Manjeet bergegas pergi dari sana bersama Bansuri,

Balwant merasa heran dan bertanya ke Veera “Veera, kenapa kau meminta maaf pada Baldev ?”, “Jangan cemas, ayah,ayah tahu kan sangat penting untuk membuat ibu sembuh dan ini kan juga rumah Baldev, ayah harus percaya padaku, aku akan mengurusi semuanya” Balwant memberikan restunya pada Veera dan berlalu dari sana. Baca Selanjutnya Sinopsis Veera Antv Jumat 26 Agustus 2016 - Episode 223


Tags: Sinopsis, Veera

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Veera Antv Kamis 25 Agustus 2016 - Episode 222. Please share...!

Blog, Updated at: 05:30