Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 411

Posted by

Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 411. Malam itu Salim sedang mengendarai kudanya dan segera menemui Farhan, “Apa yang kau pikirkan, kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau Bela itu mau menikah, seharusnya kau katakan padaku jadi kita bisa bersama sama pergi ketempat Bela” kata Salim, “Itu lah mengapa saya tidak menceritakannya padamu karena kau pasti akan meninggalkan pesta itu, saya juga merasa menyerah dengan nasib cintaku ini” , “Waaah, dia adalah gadis yang telah menunjukkan nyalinya dan kau pasrah begini saja ?” bujuk Salim. “Aku memang mencintainya tetapi dia seorang putri raja dan saya cuma rakyat biasa, kami tidak bisa bersatu”, “Lalu kenapa kau tidak memikirkan hal ini sebelum kau mencintainya ?” tanya Salim lagi, “Cinta tidak mempunyai batasan, hal itu bisa terjadi begitu saja” bela Farhan,“Kalau begitu kau harus mempertahankan cintamu, kau harus memenangkan cintamu, dia pasti sudah menunggumu, kau harus segera menemuinya dan buatlah kepastian bahwa kau bisa mendapatkan cintamu, saya adalah calon pewaris tahta kerajaan, saya memerintah beberapa daerah di negeri ini” kata Salim, “Mereka hidup didalam hutan, mereka tidak mengikuti peraturan kerajaan Mughal, Yang Mulia Raja tidak bisa melawan mereka” jelas Farhan, “Tapi saya bisa ! sebuah pesan cinta lebih besar dari apapun, saya telah berjanji pada seseorang bahwa seorang putri raja bisa mencintai seorang rakyat biasa, saya tidak akan mengecewakannya, pernikahanmu akan segera terjadi dan saya bisa memastikan bersama Bela” kata Salim.

http://informasidiary.blogspot.com/2015/01/sinopsis-jodha-akbar-antv-episode-411.html
Sementara itu diistana Amer, ketika Jalal sudah bersiap mau berangkat ke acara pernikahan anak raja suku Tribal, “Mana Salim ? saya sudah siap mau berangkat memberikan selamat untuk pasangan pengantin” tanya Jalal, “Aku juga tidak tahu dimana Salim, Yang Mulia” ujar Jodha, tepat pada saat itu pelayan datang menghampiri mereka “Pangeran Salim tidak ada dikamarnya, Yang Mulia Raja”, “Mungkin Salim tidak ingin pergi, jangan khawatir, pergilah saja” bujuk Jodha, “Jika Salim tidak ada disini, saya akan memberikan selamat pada pasangan yang berbahagia itu sendiri” dilain sisi Salim berkata ke Farhan “Pernikahan ini tidak akan terjadi, bagaimanapun keadaannya nanti !” ujar Salim.

Ayah Bela memerintahkan bala tentaranya untuk mengatur acara penyambutan Jalal dengan baik pada saat pesta pernikahan nanti. Ketika hari sudah malam, Salim, Anarkali dan Farhan nampak sedang menggunakan sebuah perahu, “Nyawamu itu sangat berharga, lebih baik tinggalkan ini semua” pinta Farhan, “Kamu tau kan kalau saya suka bermain dalam bahaya dan kali ini saatnya membantu kehidupan temanku jadi saya akan melakukan apapun !”ujar Salim, “Terima kasih pangeran Salim” Anarkali yang saat itu diam saja mendengarkan pembicaraan mereka berdua langsung tercengang,”Bukankah dia itu Qutub ?” Salim langsung memberikan kode kearah Farhan untuk membenarkan dugaan Anarakali, “Ooh iyaa, dia Qutub, saya tadi tiba tiba saja teringat sama pangeran Salim” jelas Farhan sambil masih terus mendayung, “Untung saja, dia tidak ada disini, kalau dia ada disini lebih baik saya lompat dari perahu ini” kata Anarkali, “Dia itu sebenarnya tidak jahat hanya saja dia itu seorang pangeran” ujar Farhan, “Iya , kau benar, Farhan … dia itu seorang calon pewaris tahta kerajaan jadi dia memiliki tingkah laku tersendiri”, “Salim harusnya bersama kalian tetapi itu tidak dia lakukan dan Qutub malah datang untuk menolong temannya, itulah mengapa saya lebih menyukai rakyat biasa dari pada anggota keluarga kerajaan” kata Anarkali, “Iyaaa saya juga” sahut Salim. Salim lalu menyuruh Farhan untuk istirahat terlebih dahulu, sementara dia yang mendayung bersama Anarkali, sesaat kemudian Farhanpun tertidur. Salim dan Anarkali saling berpandang pandangan satu sama lain tetapi lalu mengalihkan pandangannya kesisi lalin, tetapi kadang mereka saling curi curi pandang, “Mengapa kau mengambil resiko untuk nyawamu sendiri demi Bela agar bisa bertemu dengan kekasihnya, Qutub ?” Anarkali mencoba membuka pembicaraan, “Meskipun nanti kalau saya kehilangan nyawaku, saya tetap akan bahagia sebab saya dibunuh karena cinta, cinta yang membuat saya hidup, saya mati karenanya, kematian karena cinta lebih baik daripada sebuah surga” jawab Salim, “Kamu punya pemikiran yang bagus, perempuan yang kau cintai pasti sangat beruntung, karena kau seseorang yang bisa melakukan apapun untuk cinta orang lain, lalu apa yang akan dia lakukan untuk cintanya sendiri ?” kata Anarkali, “Semuanya, cintaku adalah duniaku” , “Aku yakin anggota keluarga kerajaan tidak akan bisa berfikiran seperti itu” kata Anarkali lagi, “Aku pikir pangeran dan pengemis keduanya sama sama harus mendapatkan cinta” , “Kalau begitu jagalah hatimu baik baik, dari beberapa gadis” kata Anarkali, “Aku sudah memberikan hatiku untuk seseorang”, mereka saling menatap satu sama lain kemudian saling melemparkan senyuman, tiba tiba Anarkali seolah olah hendak jatuh dari perahu tetapi dengan sigap Salim langsung memegangnya, merekapun saling memandang satu sama lain, lagu ab tu hi bata tere hun main kia terdengar sangat indah. Salim segera membangunkan Farhan karena mereka sudah sampai ditujuan, “Aku tidak tahu bagaimana caranya membalas semua kebaikannmu” , “Kamu dapat membalasnya dengan semua cintamu” jawab Salim. Kemudian Salim membantu Anarkali keluar dari perahu, dia meminta Anarkali untuk pergi menemui Bela dan mengajaknya keluar dari istana, kemudian mengajak Bela ke sungai “Kalau kau tidak datang ke sungai, maka saya akan mengira kalau nyawamu dalam bahaya dan saya tidak bisa berkonsentrasi, jadi berilah sebuah pesan ke Bela lalu kembalilah kemari” ujar Salim, sesaat kemudian mereka pergi ketempat mereka masing masing.

Sementara itu Jalal dan Bhagwandas sudah datang ke pesta pernikahan itu, mereka menyalami ayah Bela dan Jalal memberikan beberapa hadiah untuk mereka “Kami ingin memberikan penghormatan kami pada anda” ujar ayah Bela, lalu ayah Bela memakaikan Jalal sebuah turban khas suku Tribal, begitu pula Bhagwandas dan pestapun dimulai.

Saat itu Anarkali berhasil menghampiri Bela yang sedang dirias sebagai seorang pengantin sambil menangis, “Jangan menangis lagi, kekasihmu Farhan sudah datang untuk membawamu pergi, bersiaplah untuk menemuinya” bisik Anarkali, “Baguslah kalau begitu, dia sudah datang, kalau tidak saya sudah ingin mati saja karena pernikahan ini”.

Diluar halaman Jalal bertemu dengan pengantin pria dan memberikan selamat pada sang pengantin. Tepat pada saat itu para gadis membawa Bela untuk melangsungkan pernikahannya, Anarkali terkejut dan Salim dari kejauhan bisa melihat Bela mau menghampiri ke ruang pesta pernikahan, lalu Salim menyuruh Farhan untuk mendatangi Bela dan dia yang akan mengawasinya. Anarkali juga sangat terkejut ketika melihat ternyata Jalal juga ada disana “Yang Mulia Raja ada disini, kalau dia mengetahui Qutub dan Farhan ada disini, ini akan menjadi masalah besar, saya harus memberitahunya” ujar Anarkali namun pada saat itu Farhan sudah mendekati iring iringan Bela dan langsung menggendong Bela keatas bahunya dan mulai berlari sekencang mungkin dari sana, semua yang hadir disana terkejut, para gadispun berteriak kencang “Orang Mughal menculik Bela !” teriak mereka, ayah Bela langsung menyuruh bala tentaranya untuk mengikuti Farhan. “Siapa yang telah berani melakukan ini semua ?” tanya Jalal penasaran, ayah Bela menyuruh bala tentaranya untuk menghajar mereka dengan panah, salah satu panah mereka mengenai Salim, namun panah tersebut langsung dicabut seketika itu juga oleh Salim dari balik punggungnya dan dia mulai melawan para tentara suku Tribal dengan pedangnya, “Farhan, pergilah kau dari sini ! pergi !!!” perintah Salim, saat itu Jalal berusaha mencari tahu ada apa gerangan yang terjadi, “Farhan, kita telah dikepung tetapi kita tidak mungkin meninggalkan Bela disini !” ujar Salim sambil terus melumpuhkan bala tentara suku Tribal dengan panahnya, “Nyawamu lebih penting daripada cintaku, biarkan kita tinggalkan Bela disini !” kata Farhan, “Pergilah kalian ! pergi ! sebelum ayahku menangkap kalian !” ujar Bela, akhirnya Salim dan Farhan mengendarai kudanya dan pergi meninggalkan tempat itu. Dari kejauhan Jalal bisa mengenali anaknya “Dia itu Sekhu Baba !” kata Jalal, tepat pada saat itu pengantin pria berusaha mengejar mereka dibelakang dengan tombaknya, namun Salim berhasil melumpuhkannya dan segera pergi dari sana, pengantin pria itu kehilangan keseimbangan kemudian dia berguling guling jatuh ditanah dan kepalanya mengenai batu dan seketika itu juga meninggal dunia. Para bala tentara suku Tribal langsung membawa jenazah pengantin pria itu kehadapan ayah Bela, mereka semua terkejut. Jalal langsung mendoakan arwah pengantin pria dan jenazahnya langsung dibawa dari sana. “Apa yang telah terjadi seharusnya tidak boleh terjadi, dan bagian yang paling buruk adalah anakku Salim ikut andil dalam hal ini” kata Jalal, “Karena penganten pria telah wafat, maka kami akan mengambil orang Mughal yang telah berusaha menculik anak perempuanku, anakmu Salim telah menolong seorang prajuritmu untuk menculik anak perempuanku, prajurit itu pasti telah mengambil keuntungan dari hubungan pertemanannya dengan Salim” kata ayah Bela, sementara Jalal dan Bhagwandas mendengarkan dengan seksama, “Aku telah kehilangan menantuku, Salim adalah seorang penjahat !” kata ayah Bela, “Kalau Salim telah melakukan hal ini pasti ada alasan tersendiri kenapa dia melakukannya, dia tidak bisa membunuh orang dengan cara seperti ini” ujar Jalal tenang namun menahan amarah, “Dia adalah penjahat bagi suku kami, kami inginkan keadilan ! kami ingin darah dibayar darah ! saya ingin Salim dibunuh juga !” kata ayah Bela, “Cukuupppp !!!!” ujar Jalal sambil mengeluarkan pedangnya yang diikuti oleh Bhagwandas.... BACA SELANJUTNYA Sinopsis Jodha Akbar episode 412


Tags: Jodha Akbar, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 411. Please share...!

Blog, Updated at: 14:01