Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Episode 74

Posted by

loading...

Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Episode 74.
Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Episode 74.
Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Episode 74. Adham marah-marah di depan Javeda setelah mendengar insiden Jodha melemparkan warna ke pakaian Maham angga. Adham berkata, "memang kenapa kalau ia ratu? Bukan berarti ia bisa mencemari ibuku," Adham berkata ia akan memaksa Jalal untuk menghukum Jodha seberat-beratnya, sebagai peringatan bagi semua orang bahwa tak ada yang boleh mengejek agamanya. Adham juga merasa kalau semua ini adalah kesalahan Jalal yang terlalu baik pada Jodha. Adham berpikir untuk memberi Jodha pelajaran.

  Javeda dengan lugu berkata kalau sejauh yang ia tahu, ratu Jodha bukanlah seekor kuda. Adham yang sedang emosi tak merespon baik lelucon javeda, Adham menyembar tubuh Javeda dan menguhunus belati kelehernya. Adham berkata ia tak tahu apakah Jalal akan menghukum Jodha atau tidak, tapi yang pasti ia akan memotong lidah Javeda. Maham datang menyelamatkan Javeda. Maham bertanya, "adham apa yang kau lakukan?"

Maham menyuruh adham belajar mengendalikan emosinya. Maham memberitahu adham kalau Jodha telah di hukum, Jalal akan mengirimnya pulang ke amer. Adham bertanya, "benarkah?" Maham berkata kalau sebelumnya Jalal memang sudah memutuskan akan mengirim Jodha kembali ke Amer. Tapi sekarang ia ingin Jodha pergi karena membencinya. Kalau JOdha dipulangkan karena kesalahan yang ia buat, maka ia tidk akan pernah bisa kembali ke Agra lagi. Dan mereka semua bia hidup tenang dan damai. Dan segalanya akan berjalan sesuai peraturan Maham. Maham akan memastikan kalau api pembangkangan di mata Jodha akan padam selamanya. Adham berkata kalau ia tak mengerti 1 hal, yaitu kenapa Maham begitu takut pada Jodha. maham berkata karena ia sombong dan menolak mematuhi peraturan. Tapi maham telah berhasil membuatnya Jodha malu pada tindakannya sendiri. Resham datang membisikan sesuatu di telinga Maham, lalu keduanya tertawa senang bersama. Adham bertanya kenapa Maham tersenyum.

Maham berkata kalau Adham tak akan pernah mengerti. Maham meminta adham melakukan apa yang di perintahkan, kapanpun bertemu ratu Jodha Adham harus bersikap sopan padanya. Adham berkata tak mungkin. Tapi Maham menegaskan sekali lagi adham harus bersikap hormat pada Jodha karena ia salah satu istri Jalal. Jaeda setuju dengan maham, kalau meeka harus sopan pad siapapun, javeda akan bersikap sopan kalau bertemu Jodha. Mendengar kata-kata Javeda, emosi adham tersulut kembali. ia meraih pisau di sampingnya siap menuja Javeda. Tapi Maham lebih dulu menghalanginya. Maham menyuruh Javeda melakukan hal yang di sukainya yaitu membuat serbat. javeda dengan senang hati segera pergi membuat serbat. Maham meminta adham belajar mengendalikan emosinya, karena javeda lamban dalam berpikir. Adham dengan marah pergi meninggalkan Maham. Maham mengeluh kenapa ia harus menghadapi semua ini.~informasidiary.blogspot.com~


Hamida sedang berjalan bersama kerabat wanita dan para pelayan. Hamida berkata kalau ia tak mengerti mengapa ratu menawati datang ke Agra. Hamida yakin kalau menawati datang ke sini karena insiden holi maham angga, karena itu baru terjadi hari ini. tak mungkin bisa mengirim kabar secepat itu ke Amer. Phuphi berkata kalau tak mungkin menawati datang ke Agra tanpa di undang. Hamida bertanya, "tapi kenapa? Jalal tahu kalau raja bharmal sibuk berperang dengan pemberontak di Amer, tapi Jalal masih meminta Menawati datang." Istri atgah berkata kalau ada yang tak beres. Phuphi meyuruh Hamida agar tak kuatir, karena mereka pasti akan tahu yang sebenarnya di rapat dewan.

Sinopsis Jodha Akbar episode 75. Di hadapan rapat para dewan, Jalal berkata kalau dirinya punya alasan khusus mengadakan rapat ini. Setelah mengamati apa yang terjadi belakangan ini dan setelah berdiskusi dengan ratu Jodha, Jalal memutuskan kalau Jodha harus kembali ke Amer. Hamida dan Menawati terkejut, begitu juga semua orang yang tak mengetahui persoalan sebenarnya. Hamida segera berdiri mengungkapkan keberatannya. Jalal menatap hamida.  Hamida berkata, "Jodha adalah istrimu. Bagaimana bisa kau pulangkan ia seperti ini?" Menawati yang terlihat shock berkata, "yang mulia, pangeran Amer dan Johda telah di tahan setelah di fitnah. Tak ada siapapun di amer yang menentang keputusan anda saat itu. Tapi hari ini, kalau diijinkan, saya ingin bicara sesuatu," Jalal mengangguk. Menawati berkata, "dalam tradisi kami, orang tua tak pergi kerumah putri mereka setelah putrinya menikah. Tapi saya telah melanggar tradisi ini dan datang kesini. Dlam tradisi kami, ketika seotang ibu mengantar putri pergi kerumah sumainya, ibu akan memberinya nasehat agar putrinya menerima keluarga suaminya. Setelah seorang wanita menikah, ia tak boleh pulang. Kalau Jodha telah melakukan kesalahan..."

 Jalal memotong ucapan menawati dengan berkata, "sebaiknya aku tak mulai membuat daftar kesalahan dia, ratu. Aku menahan putri Amer karena itu kewajibannya sebagai raja. Tapi ia mengirim Jodha kembali ke Amer adalah kewajiban ia sebagai suami. Jodha sendiri ingin kembali ke Amer." 

Menawati menatap Jodha tak percaya dan bertanya, "apakah itu benar, Jodha? Bagaimana kau bisa punya keinginan seperti itu? Kau lupa apa yang harus kita korbankan untuk pernikahan ini? Seluruh raja Rajput menentang kita, ayahmu telah di permalukan demi persekutuan ini. Bahkan Sukanya menderita karena pernikahanmu. Aku adalah ibumu, tapi jangan lupa kalau aku punya dua orang putri selain dirimu. Dan aku tak akan mengijinkanmu membahayakan masa depan adik-adikmu, hanya karena kau punya masalah dalam pernikahanmu..."

"Aku tak kan biarkan kau mempermalukan ayahmu didepan semua orang lagi. Aku tak akan membiarkan pengorbananmu menjadi sia-sia, Jodha. Aku tak mau siapapun mengacungkan tangannya ke Amer lagi. Jodha setiap pasangan pasti ada masalah, tapi bukan berarti kau bisa kembali kerumah orang tuamu. Kau harus memahami suamimu. Kau harus berusaha selesaikan masalahmu. Setiap masalah pasti ada solusinya Jodha, dan kau harus selesaikan masalah ini. Kau mungkin merasa kalau aku ini berhati dingin, kau mungkin tak ingin bertemu denganku lagi, tapi kau tak bisa kembali ke Amer seperti ini. Dalam tradisi kita, pada festival Teej, kami tak sabar menunggu putri kami pulang. Tapi kalau kau pulang sebagai istri yang dibuang suaminya, maka tak ada yang akan menunggu kau pulang. Amer adalah rumah orangtuamu dan kami akan selalu mencintaimu. Tapi sekarang rumahmu adalah Agra, kau menikah dan datang ke Agra. Kau harus selalu berada disamping suamimu." 

Jodha menatap menawati dengan sedih dan kecewa karena menolak untuk membawanya pulang ke Amer. Tapi saat menawati memohon pada Jalal agar  jangan memulangkan Jodha ke Amer, Jodha terlihat sangat terluka. Jodha meraih tangan mena yang terlipat di depan dada, dan berkata, "jangan begitu, ibu. Kalau kau tak mau aku kembali ke Amer, maka aku tak akan kesana. Aku tak ingin menjadi alasan kau memohon didepan orang-orang. Dan janganlah berpikir, kalau setelah membuat keputusan ini aku akan berhenti menyayangimu. Sebaliknya, setelah apa yang kau lakukan hari ini, aku semakin menghormatimu. Menurutku, kau adalah ibu terbaik di dunia. Aku janji ibu, aku tak kan kembali ke Amer sebagai wanita yang dibuang suaminya. Aku tak kan biarkan siapapun juga merusak namamu sebagai ibu yang putrinya di tinggalkan suami." Jodha dan menawati saling bertangisan. Mena mencium kening Jodha dan mengelus kepalanya. Mena memberi salam pada Jalal dan meninggalkan ruang sidang. Jodha mengusap airmatanya, dengan rasa sedih, kecewa dan malu yang bercampur aduk.

Sinopsis Jodha Akbar episode 75. Jodha menangis di kamarnya. Moti datang dan duduk bersimpuh di depannya. Jodha meminta moti agar membiarkan dirinya sendirian. Moti tak mau.  Jodha bertanya, "kenapa? Kenapa kau ingin di sampingku? Ibuku menolak untuk mengajakku bersamanya. Kenap akau ingin bersamaku? Aku tak bahagia di sini. Yang mulia tak ingin aku tinggal di Agra, dan ibu tak mau aku kembali ke Amer. Tapi ini bukan salahnya, ia ada kewajiban sendiri. Ini adalah takdirku, moti. Aku harus menerimanya. Itu sebabnya aku tak butuh di hibur siapapun atau di nasehati. Tinggalkan aku sendirian untuk beberapa saat. Aku memintamu sebagai seorang teman, dan aku operintahkan kau sebagai seorang ratu. Jangan datang sebelum ku panggil, mengerti?"

Moti dengan menanggis meninggalkan Jodha.  Jodha teringat kembali kata-kata menawati dan Jalal, Jodha menangis. Tiba-tiba Jodha melihat bayangan dirinya berbaju ungu berdiri di sampingnya. Jodha berbaju ungu berkata, "Jodha apa kau sedih karena ibumu menolak mengajakmu ke Amer? Tapi tindakan ia benar. Kalau kau kembali ke Amer, kerhormatan keluargamu akan ternodai. Mereka tak kan bisa menemukan calon suami untuk sukanya. Jodha jangan lupa, selain dirimu, orang tuamu punya 2 putri yang lain." Jodha berkata, "daripada menderita selamanya di sini, lebih baik aku habiskan sisa hidupku bersama orangtuaku dan menjaga mereka." Lalu muncul bayangan Jodha berbaju hijau, ia berkata, "apa yang membuatmu berpikir kau pantas kembali ke Amer? Kau bersumpah untuk berada di sisi suamimu. Adalah kewajibanmu untuk mematuhi sumpah itu. Kalau kau menikah dengan orang Rajput dan bukan orang Mjughal apakah kau tetap akan memaksa kembali ke rumah orang tuamu? Contoh macam apa yang akan kau berikan pada orang lain? Jodha, kau adalah ratu mughal, kau harus belajar menerima tradisi keluarga suamimu. Dan merupakan kewajibanmu untuk memahami suamimu."

Jodha menjawab, "lalu bagaimana dengan kewajiban yang mulia? Jalal itidak adil, ia tak menjalankan kewajibannya sebagai suami, ia permalukan aku dan menghina aku. Saat kami menikah, ia juga bersumpah untuk membuat aku bahagia, bersumpah untuk menghormati aku dan mempercayaiku. tapi ia tak menjalankan semua sumpah itu. ia membuatku berada dalam posisi dimana aku tak bisa tinggal di Agra tapi juga tak bis akembali ke Amer."

Johda berbaju hijau memberi salut dengan berkata, "wah Jodha wah.., aku tak percaya kau berpoikir seperti itu tentang yang mulia. Kaulah yang memulai semua itu. Kau yang melihat ia dengan kebencian, kau tak pernah berusaha menerima dia. Padahal ia selalu setuju dengan segala permintaanmu, membiarkan mu tetap memeluk agamamu, membuatkan mandir di istana, bahkan mengizikna kau bermain holi. Kenapa masih berpikir yang mulia tak adil? Kalau seperti itu kau tak pantas berada di sini.......berhentilah membuat dirimu dan orang lain menderita dengan memberontak terhadap semua hal. Kembalilah ke Amer!"

Jodha berbaju unggu melarang Jodha kembali ke Amer, karena itu akan mencoreng reputasi dan kehormatan keluarganya. Tapi Jodha baju hijau berkata kalau Jodha tak pantas tinggal di Agra, maka sebaiknya kembali ke Amer. Jodha baju biru melarang kembali ke Amer. Jodha binggung harus bagaimana. ia berteriak dan bayangan itupun lenyap. Jodha berkata kalau ia tahu apa yang harus di lakukan, ia tak pantas berada di mana-mana. Kalu kenyataanya seperti itu ia tahu harus kemana. Jodh amenatap patung kanha dengan putus asa dan berkata, "bahkan dewa tahu apa yang harus kulakukan."

Hamid bersama Menawati. ia bertanya apakah semua sudah sesuai dengan harapannya dan berharap di atidak menemui masalah ketika berada di sini. Menawati minta maaf pada Hamida karena ia tak dapat membawa Jodha kembali ke Amer. Hamida merasa senang karena menawati tak membawanya menantunya pergi. Menawati berkata kalau ia sudah bersikap kasar pada Jodha dan menolak menerima keputusannya di depan dewa. ia memberitahu hamida betapa ia menyesal. Hamida berkata, tak perlu menyesal, ia tahu betapa Menawati sangat mencintai Jodha dan kesultan menjelaskannya.

Mena berkata, "tidak sulit bagiku memahami kenapa Jodha ingin kembali ke Amer, yang mulia. Tetapi berdasarkan pengalamanku, kalau pasangan sedang bertengkar maka orangtua tak boleh melakukan sesuatu yang akan menambah buruk keadaan sebaliknya haru smembantu mereka menyelsaikan masalahnya. Kewajiban orang tua menyadarkan mereka. kalau msalah muncul karena perbedaan opini bukan berarti tak ada harapan."

Hamida berkata pada mena kalau seringkai terjadi kebencian berubah menjadi cinta. Mena setuju karena itu mereka harus tetap bersama, kalau Jodha ampai kembali ke Amer, jarak antara mereka akan semakin terbentang. Hamida memuji Menawati karena telah membalikan keadaan itu dengan menolak membawa Jodha kembali ke Amer. Hamida berkata, "yakinlah, kalau anda tak menolah keputusan Jodha, maka aku yang akan menghentikannya." Menawati merasa sangat bahagia dan berterima kasih atas perhatian Hamida dan kasih sayang Hamida pada Jodha. ia merasa tenang karena di Agra Jodha tak tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu.  Menawati pamitan akan kembali ke Amer. Hamida berpesan agar jangan merisaukan Jodha, ia yang akan menjaganya.~informasidiary.blogspot.com~

Sinopsis Jodha Akbar episode 75. Phuphi dan hamida dalam perjalanan menemui Jodha. Phuphi berkata kalau keputusan yang di buat ratu menawati benar. Hamid asetuju, mena hanya memikirkan yang terbaik untuk putrinya. hamida merasa kalau menawati sangatsedih, karena itu ia pergi tanpa memberitahu Jodha. dan meminta Hamida memberitahu Jodha hany asetelah ia pergi.  Hamida masuk kekamar Jodha di sambut Moti dan para pelayan. Hamida berkata kalau ia ingin bertemu Jodha. Moti dengan gugup dan ketakutan berkata kalau Jodha tak ada. Hamida bertanya, "apa maksudmu tak ada?" Moti memberitahu hamida kalau sebenarnya tadi Jodha meminta agar di biarkan sendirian untuk sementara, tapi kemudian ia tak ada. Moti sudah mencarinya kemana-mana tapi tak menemukan dia. Hamida dan Phupohi saling berpandangan. Hamida lalu memanggil para pelayan dan pengawal dan menyuruh mereka semua mencari Jodha.

Resham tergopoh-gopoh menemui Maham dan meminta maaf karena telah menggangunya ketika berdoa. Resham berkata kalau Jodha hilang dari istana. Maham kaget dan bertanya, "apa?"

Di tempat lain, hamida memberi tahu Jalal mendengar kalau Jodha  menghilang. jalal bertanya, "ibu, bagaiman Jodha bisa hilang dari istana? tak bisa di percaya." Jalal kemudian menyuruh Atgah memerintahkan prajuritnya untukmencari Jodha. ia tak perduli berapa banyak prajurit yang dibutuhkan pokonya Jodha harus di temukan. Dan jalal ingin mendengar kabar tentang Jodha secepatnya.

Jalal bersama Ruq dan meluapkan emosinya di sana. Jalal bilang adalah pelanggaran besar pergi dari istana tanpa memberitahu siapapun. Ruqaiyah tertawa, Jalal bertanya kenapa ruq tertawa? ruq berkata, "sudah jelas, kan? Kenapa kau tak sadar kenapa aku tertawa? Coba pikirkan tentang ironinya. Kau menolaknya, lalu ibunya juga menolak membawanya ke Amer. ia tak mendapat cinta suaminya dan tak di bela oleh keluarganya. Menurutmu peraturan istana penting bagi dia?" Jalal berkata kalau peraturannya adalah penting untuk di patuhi oleh siapapun. Dan merupakan tanggung jawabnya untuk memastikan itu. untuk itu penting baginya menemukan Jodha.

Ruq berkata kalau pria tak memahami pikiran wanita.  Sebagai wanita Ruq tahu apa yang dipikirkan Jodha. Wanita yang tak mempunyai tujuan, tak memiliki apa-apa, tak punya tujuan hidup biasanya akan mengakhiri hidupnya. Meskipun ia adalah ratu kerajaan mughal. Dalam dalam tradisi Jodha bunuh diri dibenarkan. Ruq berkata kalau ia kasihan pada Jodha. Jalal berteriak dengan marah, "tapi Ruqaiyah, jodha bukan putri amer, ia adalah ratuku. Aku tak akan membiarkan siapapun menodai reputasi kerajaan kita. Tidakmasalah kalau Jodha tak mau hdup bersamaku. Tapi aku tak akan membiarkan ia menodai kehormatan mughal dengan bunuh diri. Aku akan temukan ia Ruqaiya..!"Baca Selanjutnya Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Episode 75


loading...
Tags: Jodha Akbar, Jodha Akbar Mnctv, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Episode 74. Please share...!

Blog, Updated at: 11:36