Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Rabu 2 Agustus - Episode 20

Posted by

loading...

Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Rabu 2 Agustus - Episode 20.
Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Rabu 2 Agustus - Episode 20.
Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Rabu 2 Agustus - Episode 20. Jalal mengambarkan tentang Jodha pada Pelukis, pelukis melukis sesuai dengan yang di beritahukan Jalal. Sementara di Bhanpur, Jodha juga sedang berpose untuk di lukis oleh Suryabhan. Suyabhan menyuruh Jodha duduk diam agar diam dan ia akan membuat lukisan wanita tercantik. Suryabhan memuji mata indah Jodha, "aku memulai lukisan ini dengan mata indahmu saja.."

Di Agra jalal juga mengambarkan bentuk mata Jodha, raut muka dan rambutnya pada pelukis. Sementara Abdul melihat semua itu dengan rasa ingin tahu, siapa wanita yang ingin di lukis Jalal. Saat jalal berkata tentang tangan yang terulur memegang pedang, dengan raut wajah marah, Abdul tahu siapa yang di maksud.

Suryabhand an Jodha sedang asyik, gak sadar kalau di intip adik-adiknya. begitu lukisan selesai, Suryabhan menyuruh Jodha melihatnya. namun adik-adiknya berhamburan ingin melihatnya lebih dulu. namun Surya melarang, "jangan, ini lukisan Jodha. ia punya hak untuk melihatnya sebelum orang lain. kemarilah Jodha.." Jodha mendekati SUryabhan dan mengamati lukisannya. Adik-adik Suryabhan terkikik. Jodha kagum melihat lukisan dirinya.

Jalal bertanya pada pelukis, "apakah sudah selesai?" Si pelukis menyahut, "sesuai dengan yang kau gambarkan yang mulia. namun ini adalah lukisan puteri Jodha.." Jalal berbalik dengan senyum tipis. ia menatap lukisan itu dan bertanya, "darimana kau tahu jika ini adalah tuan puteri Amer?" Pelukis yakin dengan lukisannya, ia sudah pergi ke seluruh pelosok Hindustan hingga ke Amer, "aku pernah melukis dirinya sekali dan..."  Pelukis menoleh pada Jalal yang berdiri di sampingnya dan tertunduk. Jalal menyuruh pelukis melanjutkan kata-katanya, "jangan berhenti.."

Pelukis memberitahu Jalal, betapa Jodha sangat baik dan cantik, "dia tangkas dan sangat cerdas. ia sangat menghargai para seniman.." Jalal mengambil sekantong uang dan menyerahkannya pada pelukis, "aku juga sangat mebghoarmati seniman, namun seniman itu harus pantas mendapatkan penghargaan.." Pelukis menerima hadiahnya. lalu Jalal menyuruhnya pergi.

Setelah pelukis pergi, jalal menatap lukisan itu. ia ingat bagaimana Jodha menghunus pedang ke lehernya. Lalu Jalal mengambi lukisan itu dan membakarnya. Abdul dengan heran bertanya, "maafkan aku yang mulia, kalau akhirnay di bakar, mengapa kau membuang banyak uang dan waktu untuk membuatnya?" Jalal menjawab, "kadang saat kau membuat sesuatu, kau juga meikmati saat menghancurkannya.."
Maham sedang mengupas badam ketika Adham datang dan memberitahu kalau Bairam khan melakukan persis yang di duga Maham, ia membunuh Takhatmal, "dia telah mengabaikan perintah dari kaisar. Sekarang tak ada yang akan menyelamatkan ia dari kemarahan Jalal.." maham tersenyum licik. Adham menawarkan diri untuk memberitahu jalal tentang iu. namun Maham melarang, "jangan, Adham. Biar aku saja.. jangan menghalangi.."

Tiba-tiba ada keributan. Seorang pria nyelonong masuk dan di kejar prajurit. Maham dan Adham menegur otang itu. ia engaku sebagai prajurit dari Takhatmal yang ingin memberi informasi tentang kematian rajanya, "aku datang kesini membawa mayatrajaku agar mayatnya bisa di kremasi." Maham dan Adham saling pandang. Maham memberitahu prajurit itu kalau mereka gak punya hak untuk membuat keputusan, "kau harus minta izin pada Kaisar, kami ini hanya pelayannya saja.." lalu maham menyuruh prajurit membawa orang itu kehadapan jalal.

lalu prajurit Takhatmal mengadu pada jalal dan menuntut keadilan darinya. Jalal mendengarkan semuanya dengan wajah menahan geram. Sementara itu, pengawal setia bairam memberitahu bairam tentang kemungkinan Jalal sudah tahu tentang eksekusi raja takhatmal. bairam Khan gak kaget, "aku tahu. Apa menurutmu Maham Anga akan menghasut jalal untuk melawanku? ia pasti sudah memberitahu jalal tentang semuanya..." Bairam khan yakin itu. Dan ia memberi perintah pada prajurit agar membiarkan jalal masuk jika ia datang ingin bertemu dirinya.

Pengawak setia Bairam khan mengingatkan akbatnya menentang Kaisra. Bairam khan tak perduli, "aku yang membantu ia menjadi seorang Kaisar, apa balasannya untukku? ia sudah mempermalukan aku didepan banyak orang di sidang. Apakah Jalal menjadi sangat penting sekarang?" Prajurit menyankal, "tentu saja gak tuanku, ia menghormatimu seperti ayahnya sendiri.." bairam khan gak setuju, ia masih merasa di permalukan jalal.Pengawal mengingatkan kalau bairam menentang Raja, maka ia akan dianggap pemberontak. Bairam khan gak perduli di anggap pemberontak. lalu prajurit datang untuk memanggil bairam khan, karena para menteri dan komandan telah berkumpul di ruangan dewan (deewane Khaas). Bairam Khan kaget, "siapa yang memanggil? Akulah yang punya hak memangguil semua orang untuk berkumpul di ruang dewan." Prajurit menjawab, kalau jalal yang memanggil. Bairam Khan binggung.Baca Selanjutnya Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Kamis 3 Agustus - Episode 21


loading...
Tags: Jodha Akbar Mnctv, Sinopsis

Terima Kasih sudah Membaca Sinopsis Jodha Akbar Mnctv Rabu 2 Agustus - Episode 20. Please share...!

Blog, Updated at: 18:26